AS Ngotot Iran Harus Tetap Bolak-balik ke Meksiko Jelang Lawan Belgia

4 hours ago 8

Jakarta, CNN Indonesia --

Amerika Serikat (AS) kukuh tidak akan melonggarkan pembatasan perjalanan super ketat tim sepak bola Iran selama Piala Dunia 2026  di Los Angeles dan Seattle.

Jelang melawan Belgia di SoFi Stadium, atau Los Angeles Stadium, Inglewood, California, Senin (22/6) pukul 02.00 WIB nanti, Iran kembali dilarang memasuki wilayah AS sehari sebelum pertandingan.

Padahal, Iran sudah dijanjikan FIFA bahwa mereka akan tiba di Los Angeles, California, dua hari sebelum kickoff pertandingan keduanya di Grup G Piala Dunia 2026 melawan Belgia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, rezim Donald Trump tak menggubris jaminan FIFA itu, sehingga untuk kedua kalinya Iran mesti pulang pergi Tijuana (Meksiko)-Los Angeles (AS) dalam waktu 24 jam.

Tijuana adalah base camp dadakan timnas Iran yang seharusnya berada di Tucson di Arizona, Amerika Serikat. Kebijakan itu dikeluarkan setelah pemerintahan Donald Trump menolak Iran berada lebih dari 24 jam di negara itu.

Federasi sepak bola Iran sudah mengajukan surat keluhan resmi kepada FIFA atas penolakan AS itu.

Merespons kebijakan zalim tersebut, pelatih Oran Amir Ghalenoei menyatakan bahwa timnya adalah "tim yang paling tertindas di seluruh Piala Dunia". Kebijakan AS itu juga memicu kritik terhadap penanganan visa mereka oleh AS karena Iran tidak mendapatkan waktu istirahat sehari pun di hotel mereka.

Ghalenoei mengatakan tim tersebut berharap dapat bermalam di California untuk memaksimalkan proses pemulihan normal setelah pertandingan pembuka mereka. Kasus tersebut semakin runyam saat visa masuk pemain sayap Iran, Mehdi Taremi, habis masa berlakunya setelah pertandingan pertama.

Kendati demikian, Iran telah memastikan telah mengamankan visa masuk ganda baru yang memungkinkan dia untuk melakukan perjalanan ke AS untuk pertandingan selanjutnya.

"Masalah ini telah diselesaikan," kata Departemen Luar Negeri AS mengutip Aljazeera, Minggu (21/6).

Di sisi lain, Direktur eksekutif Gugus Tugas Gedung Putih untuk turnamen Piala Dunia, Andrew Giuliani menegaskan kebijakan pengetatan tetap berlaku meski Iran protes. Protokol perjalanan yang sama akan berlaku untuk pertandingan Iran melawan Belgia nanti.

Giuliani mengatakan kebijakan mungkin akan berubah saat pertandingan ketiga Iran melawan Mesir di Seattle pada Jumat mendatang.

"Situasinya dinamis. Saat ini kami memiliki rencana. Besok sore [setelah pertandingan melawan Belgia], mereka akan melakukan penerbangan 27 menit kembali ke Tijuana," katanya.

"Kita akan melihat bagaimana perkembangannya untuk pertandingan kedua, dan kemudian akan ada diskusi keesokan harinya mengenai bagaimana situasinya untuk pertandingan ketiga di Seattle," imbuh Giuliani.

Kendati demikian, Giuliani berdalih kebijakan timnas Iran yang ditempatkan di Tijuana telah mempersingkat waktu perjalanan Negeri Persia itu.

"Pergeseran dari Tucson ke Tijuana, menurut saya, baik untuk semua pihak yang terlibat. Tentu saja itu juga mengurangi waktu perjalanan mereka ke Los Angeles. Penerbangan mereka satu jam lebih singkat daripada jika dari Tucson. Dan kami senang dengan jalannya pertandingan pertama di Los Angeles," katanya.

"Saya hanya ingin menekankan bahwa semua pemain telah menerima visa. Semua pelatih telah menerima visa. Ada beberapa pejabat tim yang belum menerima visa, dan itu karena ada informasi yang merugikan mereka," tambah Giuliani.

Lebih lanjut, Giuliani mengatakan tujuan utamanya selalu untuk melindungi kepentingan AS dan pengunjung internasional di Piala Dunia.

"Kami ingin memastikan bahwa kami tidak hanya melindungi warga negara Amerika, tetapi kami juga melindungi semua pengunjung internasional yang datang ke sini," katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa belum ada ancaman selama Piala Dunia 2026 berlangsung sejauh ini.

"Yang dapat saya sampaikan adalah komunitas intelijen kami telah meningkatkan upaya ini tiga kali lipat sejak awal tahun ini," katanya. 

(tim/dal)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |