Badminton Indonesia Ambisi Hapus Sejarah Kelam di Asian Games 2026

3 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Tim Badminton Indonesia berambisi menghapus sejarah kelam dalam pesta olahraga Asia pada Asian Games 2026.

Asian Games 2022 Hangzhou jadi noktah merah bagi badmitnon Indonesia karena untuk pertama kalinya dalam sejarah gagal mempersembahkan medali. Noda tersebut ingin dihilangkan pada pesta olahraga Asia tahun ini.

"Kegagalan di Asian Games Hangzhou kami jadikan pelajaran dan pengalaman. Kami harus perbaiki kesalahan, jangan diulangi lagi. Di Nagoya nanti kami harus tampil lebih berani," kata atlet ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando dalam keterangan tertulis PBSI, Senin (14/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengalahkan ganda putra nomor satu di dunia, Kim Won Ho/Seo Seung Jae di babak pertama China Masters jadi tambahan motivasi bagi sang tandem, Daniel Marthin. Ia juga mewaspadai kehadiran wakil lain untuk terus meniti ke podium tertinggi.

"Hari ini latihannya cukup baik dan programnya adalah menjaga latihan kami yang di Indonesia. Suasana di sini enak dan kebersamaan tim mulai terbangun. Semoga terus positif dari hari ke hari," ujar Daniel.

Sementara dari sektor lain, pelatih tunggal putri Imam Tohari menyatakan fokusnya saat ini adalah meningkatkan intensitas latihan jelang Hari H pertandingan. Adapun jadwal badminton di Asian Games 2026 berlangsung di Ichinomiya City Muncipal Gymnasium pada 20-29 September 2026.

"Di hari pertama kondisi tunggal putri saya rasa sangat bagus semua. Makanya tadi intensitas latihannya sedikit saya naikkan agar hari-hari berikutnya semakin membaik," tutur Imam.

"Programnya ada pukulan-pukulan dan pergerakan di lapangan dengan speed yang sedang biar besok sudah bisa lebih biasa," ia menambahkan.

Indonesia mengirim 20 atlet untuk cabor badminton Asian Games 2026. Jumlah itu dibagi masing-masing 10 atlet untuk putra dan putri.

[Gambas:Video CNN]

(ikw/nva)

Read Entire Article
| | | |