ESDM Sebut Kapasitas Terpasang EBT RI Terus Meningkat

2 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat kapasitas terpasang energi baru dan terbarukan (EBT) Indonesia terus meningkat. Hingga saat ini bahkan sudah mencapai 16,32 gigawatt (GW).

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, mengatakan pada 2021 kapasitas terpasang EBT tercatat sekitar 12 GW. Angka tersebut kemudian meningkat hingga mencapai 16,32 GW saat ini.

"Kalau kita lihat capaian kapasitas terpasang itu naik. Dari sejak 2021, 12 giga, naik ke 13 giga, 13,7 giga, lalu 14,8 giga, dan seterusnya sampai sekarang 16,32 gigawatt," ujar Eniya dalam acara EBTKE ConEx 2026 di JiExpo Kemayoran, Rabu (2/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, peningkatan kapasitas tersebut menunjukkan investasi di sektor EBT tetap berjalan. Namun, laju pertumbuhannya masih belum optimal karena investasinya yang juga masih landai.

"Dan ini menunjukkan investasi memang naik, tetapi masih tergolong melandai. Nah ini hal yang pasti kita perlu perhatikan," kata Eniya.

Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah untuk mencapai target bauran EBT dalam sistem energi nasional. Saat ini, bauran EBT nasional baru mencapai 17,3 persen pada semester I 2026 dan ditargetkan mencapai 30 persen pada 2034.

Untuk mengejar target tersebut, ESDM tengah mempercepat program sekaligus memangkas sejumlah hambatan regulasi agar ekosistem investasi EBT semakin menarik.

"Berbagai program kita luncurkan, berbagai regulasi kita singkatkan untuk bagaimana kemudahan investasi ekosistemnya itu bisa terfasilitasi dengan baik," jelas Eniya.

Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah energi surya. Kontribusi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terhadap bauran EBT saat ini baru mencapai 0,51 persen.

Di tengah masih kecilnya kontribusi PLTS, pemerintah telah meluncurkan program pengembangan PLTS dengan target total kapasitas mencapai 100 GWp.

Menurutnya, tahap awal pembangunan PLTS sebesar 5,3 GW harus segera direalisasikan.

"Karena ini diluncurkan tentu saja PR kita ke depan adalah implementasinya yang harus didukung oleh seluruh stakeholder," ucap Eniya.

(har)

placeholder

Read Entire Article
| | | |