Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan Inggris seharusnya tak lagi disebut Britania Raya (Great Britain) saat membahas kolonialisme terkait Greenland.
Lavrov menyebut Inggris jadi satu-satunya negara di dunia yang secara resmi menyebut dirinya "Great". Diksi great jika merujuk negara kerap diterjemahkan sebagai raya yang berarti besar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pikir Inggris seharusnya disebut Britania saja karena 'Britania Raya' adalah satu-satunya contoh negara yang menyebut dirinya 'Besar'," kata Lavrov pada Selasa (20/1) kepada wartawan, dikutip Reuters.
Namun, Lavrov menegaskan pernyataan itu tak bermaksud menyinggung Inggris.
Ia lalu memberi contoh lain negara yang menyebut dirinya "Great" yakni "Republik Sosialis Rakyat Libya Arab Raya" yang dipimpin Muammar Gaddafi.
"Tetapi negara itu sudah tidak ada lagi," ucap Lavrov.
Kerajaan Inggris Raya dan Irlandia Utara biasanya disebut "Velikobritaniya," atau Britania Raya, dalam bahasa Rusia.
Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan Rusia-Inggris memanas, terutama usai Presiden Vladimir Putin meluncurkan invasi ke Moskow.
Inggris mengkritik habis-habisan Rusia, tapi di sisi yang lain juga ikut memasok senjata ke Ukraina.
Negara Eropa itu juga pernah menyebut Rusia jadi ancaman bagi Benua Biru. Moskow balik menyalahkan negara-negara Barat karena terus menyeret Ukraina jadi anggota NATO. Ia meyakini jika negara tetangganya bergabung ke aliansi militer itu, keamanan Rusia terancam.
Sementara itu, pemberitaan di media pemerintah Rusia kerap menggambarkan Inggris punya banyak tipu daya untuk melemahkan Negeri Beruang Merah ini.
Rusia dan negara-negara Barat berulang kali saling tuduh melancarkan kampanye spionase dengan intensitas yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak masa Perang Dingin.
(isa/bac)

















































