CNN Indonesia
Selasa, 20 Jan 2026 20:30 WIB
Ilustrasi. Motif rusa atau Bambi print diprediksi menjadi motif yang bakal populer di 2026 dengan look yang lebih lembut dan modern. (iStockphoto/Willard)
Jakarta, CNN Indonesia --
Selama ini tren corak hewan (animal print) dalam fesyen didominasi oleh motif leopard, zebra, atau harimau. Motif-motif ini identik dengan kesan tegas, berani, dan mencolok.
Namun di tahun 2026 ini muncul pola motif dengan nuansa yang lebih lembut dan halus. Deer print atau motif rusa yang kerap disebut sebagai Bambi print, diprediksi menjadi motif yang bakal populer di 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip dari Stylish, motif ini terinspirasi dari pola totol alami pada bulu tubuh rusa. Sekilas terdengar unik, tetapi dalam perkembangannya motif rusa justru tampil modern dan dewasa.
Jauh dari kesan kartun, motif ini hadir dengan potongan rapi, warna netral, serta material yang memberi kesan mewah dan hangat.
Melansir dari Byrdie, pola ini pertama kali muncul pada tekstil dan aksesori pada pertengahan abad ke-20, ketika para desainer mencari motif yang terinspirasi dari hewan yang kurang agresif.
Pada era 1960-an dan 70-an, motif ini muncul secara sporadis pada syal, barang-barang kulit, dan pelapis furnitur, yang sering kali direpresentasikan dengan warna cokelat hangat dan krem gading.
Animal print versi terbaru ini banyak dipandang sebagai alternatif bagi mereka yang ingin tampil 'tegas' tanpa terlihat terlalu agresif.
Motif rusa mulai terlihat dalam berbagai koleksi busana musim terbaru. Deer print diaplikasikan pada jaket, gaun, hingga outer dengan siluet bersih dan elegan.
Kehadirannya memberi nuansa ceria tepi tetap terasa matang, membuat motif ini mudah diterima oleh berbagai kalangan.
Tak hanya di panggung peragaan busana, motif ini juga semakin sering muncul dalam gaya berpakaian publik figur, menandakan motif ini mulai memasuki arus utama tren mode.
Salah satu daya tarik utama deer print adalah tampilannya yang tidak terlalu ramai. Dibandingkan animal print lain, pola totol rusa cenderung kecil dan lembut sehingga memberi dimensi pada busana tanpa mendominasi keseluruhan tampilan.
Oleh karena itu, deer print kerap disebut sebagai animal print yang aman bagi pemula atau pencinta gaya minimalis. Motif ini mudah dipadukan dengan warna-warna netral seperti hitam, putih, cokelat, atau krem.
Banyak pengamat mode menilai deer print sebagai versi baru polkadot karena lebih lembut, modern, dan fleksibel untuk berbagai gaya.
Kunci mengenakan deer print adalah tidak berlebihan. Motif ini paling cocok dipadukan dengan item basic yang sederhana. Celana jins, kaus polos, rajut hangat, atau sepatu bernuansa cokelat bisa menjadi pasangan yang tepat.
Pemilihan ukuran motif juga penting. Bagi yang ingin tampil aman, pilih deer print dengan totol kecil dan jarak yang rapi. Selain itu, material seperti faux fur, katun lembut, atau bahan berbulu tipis bisa memperkuat karakter hangat dari motif rusa.
Bagi yang belum percaya diri mengenakan busana bermotif rusa, aksesori bisa menjadi langkah awal. Tas, ikat pinggang, atau sepatu dengan aksen deer print sudah cukup memberi sentuhan tren tanpa terlihat berlebihan.
Dipadukan dengan busana monokrom, deer print justru dapat membuat tampilan lebih hidup dan modern. Dengan karakter yang lembut, netral dan mudah dipadukan. Deer print diprediksi akan menjadi tren animal print baru yang digemari.
Motif ini menjaga keseimbangan antara kesan playful dan elegan, menjadikannya pilihan bagi mereka yang ingin tampil modis tanpa harus tampil mencolok.
Bambi print membuktikan bahwa tren mode tak selalu harus berani dan keras. Kadang justru yang halus dan sederhana mampu mencuri perhatian.
(nga/fef)
















































