Banjir di Periuk Kembali Naik, Ketinggian Air Lebih dari 3 Meter

2 hours ago 4

Tangerang, CNN Indonesia --

Memasuki hari keempat, banjir masih merendam sejumlah wilayah di Kelurahan Periuk, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang. Salah satu kawasan terparah berada di Perumahan Periuk Damai, yang masih terendam banjir setelah sebelumnya sempat surut pada Minggu (25/1) kemarin.

Hujan deras yang mengguyur sejak Senin dini hari membuat debit air dari aliran Kali Sabi serta limpasan dari Situ Bulak kembali meningkat. Akibatnya, ketinggian air di sejumlah titik rendah kembali naik hingga lebih dari tiga meter, sehingga aktivitas warga lumpuh dan ratusan rumah belum dapat ditempati.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lurah Periuk, Anang Sunardi, menjelaskan bahwa banjir sebenarnya sempat mengalami penurunan, namun curah hujan tinggi dalam beberapa jam membuat air kembali meluap.

"Seperti kita lihat, kemarin sempat surut sekitar satu meter. Tapi dengan kondisi hujan deras dari pukul satu sampai empat dini hari, debit air kembali naik sekitar empat puluh sentimeter," ujar Anang, Senin (26/1).

Selain merendam Perumahan Periuk Damai RW 08 yang mencakup lima RT, banjir juga menggenangi kawasan Mutiara Pluit di RW 11. Genangan yang belum surut membuat sebagian besar warga terpaksa meninggalkan rumah dan mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Terkait jumlah pengungsi, Anang menyebut hampir seribu warga kini terkonsentrasi di satu titik karena keterbatasan lokasi pengungsian.

"Untuk warga yang mengungsi saat ini ada sekitar 960 jiwa dari dua RW, yakni RW 08 dan RW 11. Mereka sementara ditempatkan di Masjid Jami Al Jihad karena sudah tidak ada lagi lokasi pengungsian yang tersedia," katanya.

Di tengah kondisi tersebut, masih ada warga yang memilih bertahan di lantai dua rumah mereka untuk menjaga harta benda. Aparat gabungan bersama relawan terus melakukan pemantauan dan evakuasi, terutama bagi kelompok rentan yang berada di titik terdalam genangan.

"Kami bersama TNI, Polri, BPBD, dan relawan terus berupaya mengevakuasi warga yang masih bertahan di rumah, terutama yang berada di titik terdalam," lanjut Anang.

Banjir di wilayah Periuk diketahui dipicu oleh luapan Situ Bulak yang merupakan aliran air dari kali Sabi dan kali LEDUK. Posisi permukiman yang berada di bagian hilir serta kontur tanah yang lebih rendah membuat air sulit mengalir keluar, sehingga penyedotan belum dapat dilakukan secara maksimal.

Warga berharap pemerintah pusat dan daerah segera melakukan penanganan jangka panjang, mulai dari normalisasi sungai hingga penguatan tanggul, agar banjir yang kerap berulang di kawasan Periuk tidak terus menimbulkan dampak besar bagi keselamatan dan kehidupan masyarakat.

(das/ugo)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |