Jakarta, CNN Indonesia --
Ratusan warga terdampak banjir yang sudah sepekan di wilayah Pantura Kabupaten Subang, Jawa Barat terpaksa mengungsi di kolong jembatan layang Pamanukan. Pasalnya hingga Sabtu (31/1) siang banjir masih merendam rumah mereka.
"Sudah berhari-hari banjir belum surut. Jadi harus mengungsi," kata Didi, salah seorang warga terdampak banjir mengutip Antara.
Ia bersama keluarga dan tetangganya memilih untuk mengungsi di area kolong jembatan, karena lokasinya tidak terlalu jauh dari rumah, sehingga mudah untuk mengevakuasi barang-barang yang masih ada di rumah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Area di kolong jembatan, kata dia, selalu menjadi tempat pengungsian warga terdampak banjir setiap kali terjadi banjir.
Warga mengaku pemerintah daerah (pemda) memang telah menyediakan lokasi pengungsi, tapi lokasinya terlalu jauh, sehingga mereka memilih untuk tetap mengungsi di kolong jembatan.
"Kalau mengungsi di lokasi yang terlalu jauh, susah bawa barang-barang," ucap Didi.
Sementara itu berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Subang, hingga Sabtu pagi ini banjir di sekitar Kecamatan Pamanukan telah merendam 5.679 rumah di delapan desa.
Sedangkan untuk data banjir se-wilayah Subang, hingga kini banjir merendam 7.536 rumah yang tersebar di 51 desa, tujuh kecamatan. Sebanyak 13.541 Kepala Keluarga (KK) atau 36.060 jiwa terdampak banjir tersebut.
Banjir yang telah berlangsung selama sepekan juga dilaporkan telah merendam 27 sarana ibadah, 20 sekolah, dan 2.884 hektare areal persawahan.
BPBD Subang melaporkan terdapat 276 KK atau 645 jiwa yang mengungsi akibat rumahnya terendam banjir.
(tim/dal)

















































