CNN Indonesia
Minggu, 12 Jul 2026 06:46 WIB
Berikut bedah mitos dan fakta cerita 402 Rumah Sakit Angker Korea hasil adaptasi Gonjiam: Haunted Asylum. (MD Pictures)
Jakarta, CNN Indonesia --
402 Rumah Sakit Angker Korea merupakan film horor Indonesia hasil adaptasi horor hit Korea Selatan, Gonjiam: Haunted Asylum. Film itu masih menceritakan beberapa orang melakukan live streaming di rumah sakit terkenal angker.
Salah satu fenomena terbaru yang memicu perbincangan hangat adalah latar belakang cerita dalam 402 Rumah Sakit Angker Korea.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam cerita, 402 Rumah Sakit Angker Korea mengambil latar cerita Rumah Sakit Yongwon, bukan Gonjiam Namyang Psychiatric Hospital seperti film originalnya.
Hal tersebut dikarenakan Gonjiam Namyang Psychiatric Hospital telah dihancurkan pada 2018. Kondisi tersebut yang juga sedikit disinggung pada awal film, sehingga para YouTuber Para Pencari Hantu pindah syuting ke RS Yongwon.
Apakah cerita RS Yongwon 402 Rumah Sakit Angker Korea kisah nyata?
Jika ditelusuri lebih dalam, narasi mencekam tentang Rumah Sakit Yongwon sepenuhnya rekayasa fiksi yang sengaja diciptakan untuk mendukung perilisan film 402 Rumah Sakit Angker Korea.
Dalam alur kisahnya, film ini menyoroti beberapa content creator asal Indonesia Para Pencari Hantu yang nekat melakukan siaran langsung dari rumah sakit jiwa terbengkalai di Korea Selatan.
Penulis naskah Lele Laila membangun mitos tentang RS Yongwon itu dulunya dikendalikan seorang pemimpin sekte sesat bernama Jeong Kyung-won, atau Jong Kong-won, yang kerap menggelar ritual sebelum gedung tersebut ditinggalkan secara misterius pada 2000.
Faktanya, seluruh narasi sekte sesat dan ritual mistis di tempat tersebut sama sekali tidak pernah terjadi di dunia nyata, karena tempat asli yang menginspirasinya memiliki latar belakang sejarah yang jauh lebih biasa.
Fakta soal Gonjiam
Sedangkan Gonjiam: Haunted Asylum (2018) terinspirasi dari Rumah Sakit Jiwa Gonjiam yang berlokasi di Gwangju, Provinsi Gyeonggi, Korea Selatan.
Sebelum diangkat ke layar lebar, bangunan terbengkalai ini memang sudah lama menjadi topik pembicaraan banyak orang karena berbagai rumor menyeramkan yang beredar luas di internet.
The Korea Times memberitakan rumah sakit jiwa itu sesungguhnya sudah ditutup sejak 1996, tapi kisah-kisah horor mengenainya terus beredar hingga beberapa dekade kemudian.
Selama bertahun-tahun, rumor di dunia maya mengklaim bahwa Rumah Sakit Gonjiam terpaksa ditutup pada era 1990-an karena sang direktur rumah sakit kehilangan akal sehat dan membantai para pasiennya.
Ada pula rumor bahwa RS itu ditutup akibat peristiwa bunuh diri massal para pasien di sana. Mitos ini kian meruncing pada keberadaan ruangan yang dirumorkan sebagai unit perawatan intensif sekaligus titik pusat terjadinya aktivitas paranormal paling ekstrem di gedung tersebut.
Saking populernya kisah mistis ini, CNN Travel bahkan sempat menobatkan Rumah Sakit Gonjiam atau Namyang Mental Hospital sebagai salah satu tempat paling mengerikan di dunia pada tahun 2012 lalu.
Namun, dokumen sejarah dan arsip lokal setempat membuktikan sebaliknya. RS itu ditutup akibat tekanan ekonomi yang berat, masalah saluran pembuangan dan sanitasi yang buruk, serta kelangkaan dana operasional.
Situasi kian telantar setelah pemilik bangunan memilih untuk pindah dan menetap di Amerika Serikat.
Karena tidak ada pihak lain yang bersedia mengambil alih manajemen properti, kompleks bangunan tersebut akhirnya dibiarkan begitu saja hingga melapuk dimakan waktu.
Gonjiam Psychiatric Hospital. Foto: Showbox
Media lokal juga memberitakan tidak ada satu pun dari anak-anak sang pemimpin yang mau mengambil alih bangunan tersebut. Mereka juga tidak mau repot melakukan pembongkaran RS itu selama bertahun-tahun.
Kini, para pencinta horor yang penasaran sudah tidak bisa lagi mengunjungi lokasi asli bangunan mistis tersebut karena fisiknya sudah tidak lagi eksis.
Demi menjaga keselamatan publik dan menghentikan aksi penyusupan oleh para turis, seluruh kompleks bangunan Rumah Sakit Jiwa Gonjiam telah dirobohkan total dan rata dengan tanah pada Mei 2018.
Proses pembongkaran ini sengaja dilakukan tidak lama setelah versi film original Korea Selatannya sukses besar dan meledak di jajaran box office.
(chri)
Add
as a preferred source on Google

















































