BGN Klarifikasi Viral Menu MBG Lele Mentah di Pamekasan

3 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan klarifikasi terkait video viral yang menampilkan menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu sekolah di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur.

BGN menyatakan video yang beredar hanya memperlihatkan sebagian isi paket makanan sehingga menimbulkan persepsi yang tidak utuh mengenai menu yang disiapkan.

Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang mengatakan berdasarkan laporan yang diterima pihaknya, paket makanan yang disiapkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pamekasan Pademawu Buddagan sebenarnya terdiri dari beberapa jenis menu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Berdasarkan laporan yang kami terima, menu yang disiapkan SPPG sebenarnya lengkap. Namun dalam video yang beredar hanya terlihat sebagian menu karena pihak sekolah menolak mengeluarkan paket makanan dari kendaraan distribusi," kata Nanik dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (10/3).

Menurut BGN, paket makanan MBG yang disiapkan pada hari tersebut mencakup lele marinasi, tahu dan tempe ungkep, roti pizza, telur rebus, susu full cream, serta buah naga.

BGN menyatakan setiap menu dalam program tersebut disusun dengan memperhatikan keseimbangan gizi serta standar keamanan pangan.

Karena itu, setiap laporan atau polemik yang muncul di lapangan akan ditindaklanjuti melalui koordinasi dan evaluasi agar pelayanan kepada penerima manfaat tetap berjalan sesuai ketentuan.

"Program MBG menempatkan keamanan pangan dan kualitas gizi sebagai prioritas utama. Kami terus melakukan pemantauan serta evaluasi agar seluruh proses penyiapan hingga distribusi makanan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan," ujar Nanik.

Ahli Gizi SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan Fikri Muttawakil juga menjelaskan penggunaan lele marinasi dalam menu MBG memiliki pertimbangan terkait kandungan gizi serta ketahanan bahan makanan.

"Kenapa kami menggunakan lele marinasi, pertama untuk mencegah berkurangnya gizi di lele itu dan menambah protein di hari itu. Di marinasi, lele juga bisa bertahan sampai satu hari," kata Fikri.

SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan diketahui melayani 3.329 penerima manfaat, yang terdiri dari siswa SMA/SMK/MA, SMP/MTs, PAUD/TK, SLB, tenaga pendidik, serta kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di wilayah tersebut.

Sebelumnya, SMA Negeri 2 Pamekasan dilaporkan menolak sekitar 1.022 porsi menu MBG yang didistribusikan pada Senin (9/3). Paket makanan tersebut merupakan jatah siswa untuk beberapa hari ke depan.

Kepala SMAN 2 Pamekasan Moh Arifin mengatakan penolakan dilakukan karena kondisi menu dinilai tidak layak dikonsumsi. Ia menyebut ikan lele dalam paket tersebut masih mentah dan menimbulkan bau amis.

"Ada dua iris tempe dan tahu. Ikan lelenya amis, mentah bahkan ada yang masih hidup dan bergerak di dalam kotak plastik," kata Arifin.

Pihak sekolah memutuskan mengembalikan paket makanan tersebut karena khawatir berpotensi membahayakan siswa. Selain itu, mereka menilai menu yang tidak dikonsumsi siswa dapat menimbulkan bau dan mencemari lingkungan sekolah.

Fikri Muttawakil sebelumnya juga menyampaikan permintaan maaf atas penolakan tersebut dan menyatakan pihaknya akan melakukan evaluasi.

Ia menjelaskan penggunaan lele marinasi dimaksudkan untuk menjaga kandungan gizi makanan. Fikri juga membantah adanya lele hidup yang didistribusikan dalam paket makanan.

"Kami meminta maaf. Dengan adanya penolakan ini, kami akan terus mengevaluasi diri dan terus memperbaiki," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]

(del/ins)

Read Entire Article
| | | |