CNN Indonesia
Rabu, 22 Jul 2026 19:15 WIB
Ilustrasi. Sering ikut menguap ketika lihat orang lain menguap? Bukan tanpa alasan, ada penjelasan ilmiah di baliknya. (iStockphoto/Prostock-Studio)
Jakarta, CNN Indonesia --
Menguap merupakan reaksi yang sangat umum dan hampir semua orang sering melakukannya, bahkan hewan juga. Dalam sehari, manusia bisa menguap hingga sekitar 20 kali.
Menariknya, menguap tidak selalu muncul karena mengantuk atau bosan. Kadang, kita justru ikut menguap setelah melihat orang lain melakukannya. Fenomena inilah yang membuat banyak orang bertanya, kenapa sih kita sering menguap saat melihat orang menguap?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kenapa kita sering menguap saat melihat orang menguap?
Kebiasaan ikut menguap dikenal sebagai contagious yawning atau menguap yang menular. Mengutip laman PBS News, kemungkinan seseorang menguap bisa meningkat hingga enam kali lipat setelah melihat orang lain menguap. Respons ini terasa otomatis, seperti refleks yang muncul tanpa dipikirkan terlebih dahulu.
Namun, sejumlah penelitian menjelaskan, fenomena ini tidak sepenuhnya bawaan sejak lahir. Anak-anak biasanya baru mulai menunjukkan perilaku ini saat berusia sekitar empat atau lima tahun.
Pada usia tersebut, kemampuan empati anak mulai berkembang lebih baik. Oleh karena itu, melihat orang menguap dapat memicu dorongan untuk melakukan hal yang sama.
James Giordano, ilmuwan saraf dari Georgetown University, menjelaskan hal ini mungkin berkaitan dengan social mirroring. Ini adalah kecenderungan organisme untuk meniru tindakan orang lain.
"Neuron-neuron ini berperan dalam mencocokkan apa yang kita rasakan dan indrawi dengan cara kita bergerak," kata Giordano, dilansir PBS News.
Perilaku yang menular tak hanya menguap. Ia mencontohkan hal lainnya, seperti tertawa, hingga menyilangkan kaki.
"Jadi, jika seseorang melihat saya menggaruk wajah, mereka akan tahu bagaimana rasanya. Anda mungkin terdorong untuk melakukannya juga," kata Giordano lagi.
Fenomena ini juga berhubungan dengan ikatan sosial. Saat seseorang tersenyum kepada kita, kita sering kali spontan membalas senyum tersebut. Hal yang sama terjadi pada menguap. Orang yang memiliki empati lebih tinggi cenderung lebih mudah mengalami social mirroring ini.
Hati-hati kalau kebanyakan menguap
Menguap umumnya tidak berbahaya. Akan tetapi, jika terjadi terlalu sering dan tanpa alasan yang jelas, kondisi ini perlu diperhatikan. Ada beberapa gangguan kesehatan yang bisa menyebabkan seseorang menguap berlebihan.
Menurut Medical News Today, salah satunya berkaitan dengan saraf vagus, yaitu saraf yang menghubungkan tenggorokan, perut, dan otak. Jika saraf ini terlibat dalam reaksi tertentu, bisa muncul reaksi vasovagal yang menyebabkan menguap berlebihan.
Dalam beberapa kasus, hal ini dapat menjadi tanda gangguan tidur, masalah otak, bahkan kondisi jantung seperti serangan jantung atau perdarahan di sekitar jantung. Oleh karena itu, kalau Anda atau seseorang yang dikenal mengalami menguap berlebihan tanpa penyebab yang jelas, sebaiknya segera berkonsultasi ke tenaga medis.
Kembali ke pertanyaan di awal, kenapa kita sering menguap saat melihat orang menguap? Jawabannya berkaitan dengan empati, peniruan sosial, dan kerja neuron cermin di otak. Fenomena ini menunjukkan tubuh kita sangat responsif terhadap perilaku orang lain.
(rti)
Add
as a preferred source on Google


















































