BNI Perkuat Pencegahan Stunting di Pangalengan melalui Desa Sehat

2 hours ago 8

Jakarta, CNN Indonesia --

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) memperkuat kualitas kesehatan masyarakat di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Langkah ini dilakukan melalui pelaksanaan Program Desa Sehat Bebas Stunting.

Program berskala lokal tersebut menyasar empat wilayah utama. Kawasan tersebut meliputi Desa Sukamanah, Banjarsari, Wanasuka, dan Margamukti.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program BNI Berbagi yang dijalankan bersama Pemerintah Kecamatan Pangalengan dan Puskesmas Sukamanah. Program difokuskan pada peningkatan gizi dan edukasi kesehatan bagi kelompok yang rentan mengalami masalah gizi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, mengatakan program ini menjadi wujud kontribusi perseroan dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia lewat intervensi kesehatan dan gizi masyarakat.

"Program Desa Sehat Bebas Stunting ini merupakan wujud kontribusi BNI dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya kelompok yang rentan mengalami masalah gizi," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (20/6).

Dalam pelaksanaannya, BNI memberikan Paket Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Pemulihan kepada 65 anak berisiko stunting selama 52 hari berturut-turut. Perseroan juga menyalurkan Paket Nutrisi bagi 12 ibu hamil dengan kondisi KEK selama 60 hari berturut-turut.

Program ini turut mencakup pemberian nutrisi dan tablet tambah darah kepada 50 remaja putri sebagai upaya pencegahan stunting sejak dini. Seluruh rangkaian intervensi berlangsung selama tiga bulan dengan pendampingan dan pemantauan berkala untuk memastikan efektivitasnya.

Okki menjelaskan, penanganan stunting menjadi salah satu prioritas penting dalam pembangunan nasional. Menurutnya, pencegahan perlu dilakukan sejak dini karena stunting dapat menghambat tumbuh kembang anak dan berdampak jangka panjang pada kualitas sumber daya manusia.

"Program ini menjadi bagian dari komitmen BNI untuk hadir memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat," imbuh dia.

Kabupaten Bandung dipilih sebagai lokasi program karena masih membutuhkan penguatan upaya pencegahan stunting. Berdasarkan data SSGI 2024, prevalensi stunting di Kabupaten Bandung tercatat 24,1%, lebih tinggi dibandingkan rata-rata Provinsi Jawa Barat.

Selain pemenuhan gizi, Program Desa Sehat Bebas Stunting juga diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan keluarga. Program ini juga memperkuat peran posyandu serta mendorong terciptanya lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

BNI menilai, keberhasilan penanganan stunting membutuhkan kolaborasi lintas pihak, baik pemerintah, tenaga kesehatan, dunia usaha, maupun masyarakat. Karena itu, program ini dirancang dengan pendekatan terintegrasi melalui edukasi kesehatan, pendampingan keluarga, dan pemantauan kondisi penerima manfaat.

"Sinergi antara dunia usaha, pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci penting dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas," ujar Okki.

BNI akan terus memperluas kontribusinya dalam mendukung pencegahan stunting sebagai bagian dari investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi penerus bangsa. Pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas, menurut BNI, perlu dimulai sejak usia dini.

Melalui Program BNI Berbagi, perseroan berkomitmen menghadirkan program sosial yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Langkah ini juga sejalan dengan agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

(rir)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |