Bos Netflix: Rencana Beli Warner Bros Urusan Bisnis, Bukan Politik

1 hour ago 3

CNN Indonesia

Selasa, 24 Feb 2026 07:40 WIB

Bos Netflix Ted Sarandos merespons desakan Trump untuk memecat anggota dewan perusahaan mereka, Susan Rice. Bos Netflix Ted Sarandos merespons desakan Trump untuk memecat anggota dewan perusahaan mereka, Susan Rice. (Getty Images via AFP/JC Olivera)

Jakarta, CNN Indonesia --

Bos Netflix Ted Sarandos merespons desakan Presiden AS Donald Trump sejak akhir pekan lalu soal memecat anggota dewan perusahaan mereka, Susan Rice.

Kemarahan Trump dan desakan pemecatan dipicu pernyataan Rice dalam podcast tentang prediksi agenda pertanggungjawaban" bagi korporasi-korporasi yang menghindari regulasi selama masa pemerintahan Trump.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Desakan pemecatan itu juga digaungkan Trump ketika Netflix sedang bersaing dengan Paramount untuk mengakuisisi Warner Bros. Discovery.

Sarandos menegaskan langkah Netflix mengakuisisi Warner Bros. Discovery bukan komoditas politik, dan prosesnya berada di bawah pengawasan ketat otoritas hukum di Amerika Serikat serta Eropa.

"Ini adalah kesepakatan bisnis. Ini bukan kesepakatan politik. Kesepakatan ini dijalankan oleh Departemen Kehakiman di AS dan regulator di seluruh Eropa serta di seluruh dunia," ujar Sarandos kepada program Today di BBC Radio 4 pada Senin (23/2).

[Gambas:Video CNN]

Susan Rice kini menjabat sebagai anggota dewan Netflix. Ia sebelumnya adalah penasihat keamanan nasional AS periode 2013-17 dan penasihat kebijakan domestik periode 2021-23 selama masa pemerintahan Demokrat.

Sarandos juga mengabaikan pertanyaan tentang kemungkinan Trump campur tangan langsung saat proses penawaran Warner Bros. berlangsung dengan menambahkan, "Dia memang suka melakukan banyak hal di media sosial."

Co-CEO Netflix yang sedang berada di London untuk acara BAFTA Awards pada Minggu (22/2) malam itu, juga mempromosikan tawarannya untuk WBD menjelang tenggat waktu bagi saingannya, Paramount, menyerahkan penawaran "terbaik dan terakhir."

Sarandos berargumen bahwa penggabungan Warner Bros. dengan Netflix akan menghasilkan lebih banyak pertumbuhan investasi konten orisinal dan Hollywood secara keseluruhan.

"Ini adalah merger vertikal. Kami membeli studio film dan entitas distribusi yang saat ini tidak kami miliki. Kami akan menambah nilai pasar," tuturnya seperti diberitakan The Hollywood Reporter.

"Sementara Paramount telah berkomitmen akan langsung memangkas biaya operasional sebesar US$6 miliar. Industri ini akan menjadi jauh lebih kecil di bawah kepemilikan mereka dibandingkan dengan versi Netflix," kata Sarandos.

Ia juga merespons sekaligus menegaskan kembali penolakannya terhadap dukungan James Cameron bagi Paramount dalam proses penawaran WBD.

"Itu tidak menyakitkan. Saya hanya akan mengatakan itu cukup membingungkan," tuturnya.

Ia bersikeras menyatakan telah bertemu dengan Cameron pada Desember 2025 dan menjanjikan eksklusivitas penayangan bioskop selama 45 hari untuk film-film Warner Bros. jika perusahaannya berhasil mengambil alih studio Hollywood tersebut.

"Kami hanya menghabiskan lima menit percakapan membahas soal itu (jendela tayang), dan lebih banyak bicara tentang kacamata yang sedang ia kembangkan untuk Meta guna menonton film di rumah," tambahnya.

Tanggapan terbaru Sarandos ini mengikuti langkah Cameron yang mengirim surat kepada Senator Mike Lee, dengan argumen bahwa membiarkan Netflix membeli studio tersebut akan memberikan pukulan telak bagi bioskop dan melemahkan roda penggerak penting Hollywood yang dapat menyebabkan hilangnya banyak lapangan kerja.

Sutradara tersebut mengklaim Sarandos berencana untuk mengejar jendela penayangan bioskop hanya selama 17 hari, meskipun bos Netflix tersebut mengatakan ia akan tetap menayangkan film-film Warner Bros. di bioskop selama 45 hari.

(chri)

Read Entire Article
| | | |