BPS Validasi Data Bencana Sumatra Barat untuk Percepat Pemulihan

3 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Pusat Statistik (BPS) meninjau langsung wilayah terdampak bencana di Sumatra Barat untuk memvalidasi data lapangan. Langkah ini bertujuan memastikan program rehabilitasi dan rekonstruksi masyarakat berjalan sesuai dengan kondisi riil.

Wakil Kepala BPS RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, memimpin kunjungan kerja ke sejumlah titik terdampak. Wilayah yang dikunjungi meliputi Kabupaten Tanah Datar, Agam, Pasaman, Kota Padang Panjang, hingga Padang Pariaman.

"Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan pendataan pascabencana benar-benar mencerminkan kondisi di lapangan. Data ini akan menjadi dasar dalam menentukan langkah pemulihan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (27/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kehadiran tim BPS diterima langsung oleh Bupati Tanah Datar, Eka Putra, bersama jajaran pemerintah daerah. Sonny didampingi oleh Deputi Bidang Statistik Sosial. M. Nashrul Wajdi, serta jajaran BPS provinsi, kabupaten dan kota se-Sumatra Barat.

Tanah Datar dipilih karena merupakan salah satu wilayah dengan dampak kerusakan yang cukup masif. Eka pun mengapresiasi keterlibatan BPS dalam menyusun data yang akan diajukan ke pemerintah pusat.

"Saat ini kami sedang melakukan uji publik terhadap hasil pendataan R3P (Rencana Rekonstruksi dan Rehabilitasi Pascabencana) sebelum ditetapkan dan disampaikan ke pemerintah pusat," ucap dia.

Proses pengumpulan data di lapangan melibatkan mahasiswa Politeknik Statistika STIS dan pegawai internal BPS. Tim bergerak melakukan pendataan langsung ke rumah warga serta lokasi pengungsian untuk mencatat kerusakan.

Petugas di lapangan juga melakukan dokumentasi foto dan pencatatan titik koordinat atau geotagging. Data yang terkumpul kemudian dipadankan dengan data milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Di lokasi berbeda, BPS juga menjalin koordinasi dengan Pemerintah Kota Padang Panjang. Wakil Wali Kota Allex Saputra menyatakan dukungan penuh terhadap proses verifikasi data untuk mempercepat pemulihan.

"Kami menyambut baik kunjungan ini dan mendukung penuh pendataan yang dilakukan BPS. Kami berharap data ini dapat menjadi dasar yang kuat untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana, khususnya di Kota Padang Panjang," katanya.

Di samping fokus pada pendataan, Sonny turut menghadiri peresmian Hunian Sementara (Huntara) di Kabupaten Agam. Sebanyak 117 unit hunian diresmikan sebagai bagian dari upaya mendukung penduduk yang kehilangan tempat tinggal.

Acara peresmian tersebut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi Ansharullah, serta Bupati Agam Benni Warlis.

Percepatan pembangunan Huntara menjadi salah satu solusi untuk mengurangi pengungsian, serta mendukung pemulihan penduduk pasca bencana. Pemerintah saat ini merencanakan pembangunan 612 unit huntara dan 1.744 unit hunian tetap (huntap) di tiga kecamatan dan lima lokasi.

(rir)

Read Entire Article
| | | |