Jakarta, CNN Indonesia --
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) atau BRI menggandeng seniman barongsai untuk mengkampanyekan transaksi nontunai menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Pasar Dandangan Kudus, Jawa Timur, kemarin, Sabtu (14/2).
Sontak saja, pertunjukan seni barongsai tersebut menyedot perhatian pengunjung pasar. Barongsai itu bahkan tampak mempraktikkan transaksi pembayaran menggunakan QRIS di salah satu gerai kaos.
Pimpinan Cabang BRI Kudus Yudiarto mengatakan khusus pedagang Pasar Dandangan Kudus, pihaknya membantu sekitar 400 pedagang dalam pembuatan QRIS guna memperlancar transaksi selama perhelatan berlangsung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Khusus pedagang Dandangan Kudus, kami bantu 400 pedagang dalam pembuatan QRIS untuk mempermudah transaksi. Target kami seluruh UMKM di sini dilengkapi Qris sebagai salah satu alat pembayaran," ujarnya dikutip Antara.
Ia menjelaskan penggunaan QRIS memberikan banyak keuntungan bagi pedagang. Selain tidak perlu repot menyiapkan uang pengembalian, transaksi cukup dilakukan melalui gawai dengan nominal sesuai harga yang tertera.
"Keuntungan lainnya, bisa menghindari potensi uang palsu, dan laporan keuangan tercatat dengan baik. Dengan transaksi yang tertata rapi, UMKM diharapkan bisa naik kelas," imbuh Yudiarto.
Menurutnya, transaksi cashless juga membantu pedagang dalam pencatatan keuangan. Selain permodalan, kendala UMKM adalah terkait pembukuan yang belum tertata. Dengan QRIS, seluruh transaksi masuk ke rekening sehingga memudahkan validasi perbankan dalam memberikan akses pembiayaan.
"Kami mendorong transaksi cashless sebagai wujud komitmen mendukung UMKM. Dengan pencatatan yang baik, bank bisa melihat arus transaksi dan itu membantu ketika pelaku usaha mengajukan permodalan," ujarnya.
Ia memastikan pembuatan QRIS tidak dipungut biaya. Pedagang bahkan tidak perlu datang ke kantor BRI, karena dapat mendaftar melalui aplikasi BRI Merchant. Syaratnya, memiliki rekening agar transaksi bisa langsung masuk.
"Barcode-nya gratis. Kalau belum punya rekening, kami bantu proses pembukaannya supaya cepat. Harapannya tidak ada penolakan dari pedagang karena ini memudahkan mereka dan juga konsumen," ujarnya.
BRI menargetkan peningkatan penetrasi transaksi digital di wilayah Kudus, sekaligus memperluas literasi keuangan di kalangan pelaku UMKM. Dengan semakin inovatifnya sistem pembayaran, diharapkan ekosistem ekonomi rakyat semakin kuat dan inklusif.
Koordinator Pasar Dandangan Kudus, Anjas Pramono S mengakui jumlah pedagang yang ikut meramaikan tradisi Dandangan 2026 mencapai 1.000 pedagang, karena di jalan-jalan banyak pedagang berdatangan untuk ikut berjualan.
Ia mengakui secara pasti belum bisa memastikan jumlah pengunjungnya, namun pernah memantau melalui pesawat drone jumlah pengunjungnya diperkirakan bisa mencapai 5.000 pengunjung.
"Untuk perputaran uangnya secara 'real time' (waktu nyata), kami belum bisa menyampaikan," ujarnya.
(pta)

















































