Bukan Sekadar Kurang Darah, Ini 7 Kebiasaan yang Menyebabkan Anemia

3 hours ago 5

CNN Indonesia

Minggu, 25 Jan 2026 18:40 WIB

Banyak orang tidak menyadari bahwa pola hidup sehari-hari berperan besar dalam memicu anemia. Ilustrasi. Tanpa disadari, ternyata ini kebiasaan yang menyebabkan anemia. (iStock)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Banyak orang tidak menyadari bahwa pola hidup sehari-hari berperan besar dalam memicu anemia. Jika Anda ingin terhindar dari risiko anemia, maka kini saatnya mengenali kebiasaan yang menyebabkan anemia dan mulai melakukan perubahan sejak dini.

Anemia merupakan salah satu gangguan darah yang sering terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup sel darah merah sehat untuk membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gejala anemia sering kali berkembang secara perlahan sehingga kerap diabaikan. Keluhan yang paling umum adalah kelelahan berlebihan meskipun tidak melakukan aktivitas berat.

Selain itu, penderita anemia juga dapat mengalami pusing, sakit kepala, kulit tampak pucat, jantung berdebar, hingga sesak napas. Bahkan, pada kasus anemia kronis yang tidak ditangani dengan baik berisiko menimbulkan komplikasi serius seperti gagal jantung dan kerusakan organ.

Kebiasaan yang menyebabkan anemia

Beberapa jenis anemia bersifat bawaan atau diturunkan secara genetik, seperti thalasemia dan anemia sel sabit. Namun, sebagian besar kasus anemia berkembang selama hidup seseorang akibat penyakit tertentu, kekurangan nutrisi, atau kebiasaan hidup yang tidak sehat.

Inilah sebabnya anemia tergolong sebagai penyakit yang cukup umum dan dapat dialami oleh siapa saja. Menghimpun informasi dari berbagai sumber, berikut kebiasaan yang bisa memicu anemia.

1. Pola makan rendah zat besi

Zat besi merupakan komponen utama pembentuk hemoglobin. Kebiasaan mengonsumsi makanan yang rendah zat besi, seperti jarang makan daging merah, sayuran hijau, atau kacang-kacangan, dapat meningkatkan risiko anemia defisiensi besi.

Pola makan yang tidak seimbang menjadi salah satu kebiasaan yang paling sering menyebabkan anemia.

2. Melewatkan waktu makan

Sering melewatkan sarapan atau makan dalam porsi yang sangat sedikit dapat membuat asupan nutrisi harian tidak tercukupi. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat menyebabkan kekurangan zat besi, vitamin B12, dan asam folat yang berperan penting dalam pembentukan sel darah merah.

3. Konsumsi teh atau kopi berlebihan

Teh dan kopi mengandung tanin dan kafein yang dapat menghambat penyerapan zat besi di dalam tubuh, terutama jika dikonsumsi bersamaan dengan waktu makan.

Kebiasaan minum teh atau kopi setelah makan menjadi salah satu kebiasaan yang menyebabkan anemia, terutama pada individu dengan kebutuhan zat besi tinggi.

4. Diet ketat tanpa pengawasan

Menjalani diet ketat tanpa perencanaan nutrisi yang tepat dapat menyebabkan defisiensi vitamin dan mineral. Diet yang menghilangkan kelompok makanan tertentu, seperti produk hewani, berisiko menyebabkan kekurangan vitamin B12 yang dapat memicu anemia megaloblastik.

5. Kurang asupan vitamin B12 dan asam folat

Vitamin B12 dan asam folat berperan penting dalam pembentukan sel darah merah yang sehat. Kebiasaan mengonsumsi makanan instan atau minim variasi dapat menyebabkan kekurangan kedua vitamin ini, sehingga produksi sel darah merah terganggu.

6. Mengabaikan penyakit kronis

Penyakit kronis seperti penyakit ginjal, gangguan tiroid, penyakit autoimun, dan peradangan jangka panjang dapat memicu anemia penyakit kronis.

Kebiasaan tidak mengontrol atau mengabaikan pengobatan penyakit tersebut dapat memperparah kondisi anemia.

7. Kehilangan darah yang tidak ditangani

Kehilangan darah akibat menstruasi berat, wasir, atau perdarahan saluran cerna yang tidak disadari dapat menyebabkan anemia. Mengabaikan kondisi ini dan tidak segera memeriksakan diri ke tenaga medis termasuk kebiasaan yang menyebabkan anemia berkepanjangan.

(gas/els)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |