CNN Indonesia
Jumat, 02 Jan 2026 11:36 WIB
Bulog akan menggelontorkan bantuan sosial berupa bantuan pangan sebanyak 720 ribu ton kepada 18 juta penerima bantuan pangan (PBP) pada 2026. (Foto: ANTARA FOTO/ANIS EFIZUDIN)
Jakarta, CNN Indonesia --
Perum Bulog akan menggelontorkan bantuan sosial (bansos) berupa bantuan pangan sebanyak 720 ribu ton kepada 18 juta penerima bantuan pangan (PBP) pada 2026.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan bantuan pangan tersebut akan disalurkan kepada PBP untuk empat bulan di tahun ini.
"Penyaluran bantuan pangan untuk 4 bulan tahun 2026 itu sekitar 720 ribu ton untuk 18 juta penerima bantuan," ujar Rizal dalam konferensi pers di kantor pusat Bulog, Jumat (2/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, cadangan beras pemerintah (CBP) di gudang Bulog sampai akhir 2025 adalah 3,24 juta ton, sedangkan stok beras komersial 133 ribu ton. Rizal mengklaim angka tersebut merupakan yang tertinggi sejak Bulog berdiri pada 1968.
"Jadi ini juga stok tertinggi di awal tahun sepanjang berdirinya bulog berdiri dari tahun 1968 sampai sekarang," tambahnya.
Selain itu, Rizal juga menyampaikan jumlah bantuan keadaan darurat, termasuk bencana adalah sebesar 25 ribu ton pada 2026.
"Bantuan keadaan darurat biasanya bantuannya adalah 25 ribu ton sesuai dengan hasil rakortas (rapat koordinasi terbatas)," jelas Rizal
Untuk penyaluran bantuan bencana di daerah terdampak banjir, Bulog telah menyalurkan sebanyak 14.227 ton, yakni ke Aceh sebesar 8.676 ton, Sumatera Utara sebesar 4.482 ton, dan Sumatera Barat sebesar 1.069 ton.
Rizal mengatakan stok bantuan pangan di gudang daerah terdampak banjir aman, yakni di gudang Aceh sebesar 75.937 ton, Sumatera Utara sebesar 25.781 ton, dan Sumatera Barat sebesar 8.527 ton.
Ia pun menegaskan stok bantuan di daerah terdampak bencana akan ditambahkan menjadi 3 kali lipat sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman.
"Nah dari 14 ribu ini ya kami sesuai arahan Bapak Presiden dan Bapak Menteri Pertanian kita keretanya untuk melipatgandakan 3 kali ini, kebutuhan dari masing-masing provinsi maupun kabupaten kota," terang Rizal.
"Contoh umpamanya Kabupaten Benar Meriah melihat kemarin minta tambahan 1000 ton, itu kami stok tambah jadi 3000 di kabupaten tersebut stoknya nah ini supaya menjamin masing-masing kabupaten kota itu tidak kekurangan," pungkasnya.
(fln/pta)

















































