Chery Dikritik Global NCAP Soal Skor 2 Bintang Uji Tabrak Tiggo 7 Pro

2 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Perselisihan terjadi antara organisasi uji tabrak untuk keselamatan mobil, Global NCAP, dengan pabrikan asal China, Chery. Chery dikritik sebab dinilai mempublikasi narasi marketing yang keliru soal hasil rating uji tabrak Tiggo 7 Pro.

Pada bulan ini Global NCAP merilis hasil uji tabrak Tiggo 7 Pro buatan China untuk pasar Afrika Selatan dengan skor memprihatinkan, yaitu dua bintang bagi keselamatan penumpang dewasa dan tiga bintang untuk penumpang anak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Catatan khusus Global NCAP usai menguji Chery Tiggo 7 Pro:

1. Area pijakan kaki dan struktur bodi ditemukan tidak stabil dan tidak mampu menahan beban lebih lanjut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

2. Uji benturan samping dengan tiang tidak dilakukan karena mobil tidak menawarkan perlindungan kepala samping untuk baris depan dan belakang. Kurangnya perlindungan semacam ini membuat kepala berisiko mengalami cedera serius bahkan dalam benturan samping kecepatan rendah dengan tiang atau pohon.

3. Kontrol Stabilitas Elektronik (ESC) merupakan fitur standar, begitu pula Pengingat Sabuk Pengaman (SBR) di semua posisi. Tetapi fitur-fitur ini tidak memenuhi persyaratan Global NCAP.

Pro merupakan varian terendah yang ditawarkan Chery di Afrika Selatan. Varian lain di atasnya adalah Tiggo 7, dan Tiggo PHEV yang memakai teknologi Chery Super Hybrid.

Kritik Chery

Global NCAP mengkritik keras Chery atas publikasi marketing Tiggo 7 baru-baru ini di Afrika Selatan yang menggunakan hasil Euro NCAP skor 5 bintang buat Tiggo 7 CSH. Hasil Euro NCAP disebut tidak relevan dengan model di Afrika Selatan.

Penilaian Global NCAP dikatakan bersifat spesifik pasar. Hasil tersebut tak boleh digunakan secara selektif untuk memberi kesan palsu kepada konsumen tentang kinerja keselamatan.

"Peringkat dua bintang untuk Tiggo 7 Pro sangat mengecewakan, tetapi hasil buruk ini diperparah oleh publikasi informasi yang menyesatkan tentang hasil uji tabrak dari pasar lain," kata Richard Woods, Chief Executive Officer Global NCAP dalam keterangan tertulisnya dikutip Kamis (19/2).

"Konsumen Afrika Selatan membutuhkan informasi independen dan akurat untuk mendukung keputusan pembelian mereka. Transparansi dan akuntabilitas dalam keselamatan kendaraan, bukan tipu daya pemasaran," ujar dia lagi.

Sementara Bobby Ramagwede, Kepala Eksekutif Asosiasi Otomotif Afrika Selatan, mengungkap pihaknya mencatat keprihatinan uji tabrak terbaru yang dilakukan Chery SA di dalam negeri. Baginya ini tidak aman dan menyesatkan.

"Kami juga mencatat siaran pers terbaru mengenai Tiggo 7 CSH dan peringkat bintang lima Euro NCAP-nya, dan sekali lagi kami menemukan informasi ini berat sebelah karena tidak menyoroti kekurangan keselamatan model entry-level dalam kisaran ini," kata Bobby.

"Kami telah mengatakan sebelumnya dan akan mengatakannya lagi, pengendara di Afrika Selatan layak mendapatkan yang lebih baik, terlepas dari asal atau harga kendaraan, dengan peringkat dua bintang ini memperkuat kebutuhan mendesak bagi semua produsen untuk berkomitmen pada keselamatan yang setara untuk semua pasar. Hasil ini menggarisbawahi mengapa Afrika sangat membutuhkan standar regulasi yang lebih kuat," ucapnya.

[Gambas:Youtube]

(fea/ryh/fea)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |