Chery Soal Harga BBM Bikin Penjualan EV RI Naik: Belum Bisa Diprediksi

6 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Isu kenaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) yang menguat kerap dianggap sebagai pemicu meningkatnya minat terhadap mobil listrik. Namun, pabrikan mobil asal China, Chery, punya pandangan berbeda, karena hal tersebut masih bisa diprediksi.

Bagi Chery, potensi kenaikan harga BBM belum tentu berdampak langsung terhadap lonjakan penjualan mobil listrik berbasis baterai di Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Vice Country Director Chery Business Unit Budi Darmawan Jantania berpendapat realisasi di lapangan masih sangat bergantung pada sejumlah faktor lain.

"Saat ini kondisi nya masih belum clear walaupun diprediksi akan memicu peningkatan demand terhadap mobil listrik, namun hal ini juga belum bisa diprediksi secara pasti," ujar Budi saat dihubungi, Selasa (31/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, ada dua faktor utama yang akan sangat menentukan arah pasar kendaraan listrik ke depan. Pertama kondisi perekonomian masyarakat, dan kedua terkait kejelasan skema insentif dari pemerintah.

"Dua faktor utama yaitu kondisi perekonomian dan skema insentif yang sampai saat ini belum difinalkan kelanjutannya," katanya.

Berbeda dengan Budi, Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu menilai tekanan dari harga BBM fosil yang berpotensi makin mahal, ditambah ketidakpastian pasokan akibat konflik di Timur Tengah, menjadi dampak alami yang mendorong masyarakat beralih ke kendaraan listrik.

Yannes memproyeksi pangsa pasar mobil listrik di Indonesia akan tembus 18 hingga 25 persen sepanjang 2026, akibat kondisi yang terjadi saat ini.

"Menurut analisis saya, tahun 2026 ini penjualan BEV berpotensi terus meningkat dan bisa mencapai pangsa pasar 18-25 persen. BBM yang mahal dan tidak stabil menjadi pendorong alami bagi orang untuk beralih ke BEV," ungkap Yannes.

Sepanjang 2025, penjualan mobil listrik naik signifikan menembus angka 103.931 unit. Hasil ini membuat mobil listrik memberi kontribusi lebih dari 12 persen wholesales atau distribusi dari pabrik ke dealer secara nasional.

Mengacu data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) kenaikan permintaan mobil listrik pada 2025 melonjak 141 persen, di mana pada 2024 wholesales hanya 43.188 unit.

Memasuki 2026, distribusi mobil listrik ke dealer periode Januari-Februari naik 189,2 persen menjadi 22.508 unit dari periode yang sama pada 2025.

Di satu sisi pemerintah memastikan jika mereka belum akan menaikkan harga BBM. Maka dari itu pemerintah meminta masyarakat untuk tidak panic buying, menyikapi isu kenaikan harga BBM yang kabarnya terjadi besok, Rabu (1/4).

(ryh/dmi)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |