China Kembangkan Baterai Nuklir Mini, Awet 50 Tahun Tanpa Harus Dicas

15 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Perusahaan asal China membuat baterai mini bertenaga nuklir yang diklaim bisa memuat daya listrik untuk 50 tahun tanpa perlu diisi ulang atau maintenance.

Perusahaan rintisan China Betavolt merupakan nama di balik pembuatan baterai bernama BV100 ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perusahaan yang berbasis di Beijing tersebut mengatakan BV100 adalah baterai nuklir pertama yang berhasil meminiaturisasi energi atom. BV100 menempatkan isotop nickel-63 dalam modul yang berukuran sekitar 15 x 15 x 5 milimeter, atau lebih kecil dari sekeping uang logam.

Betavolt mengatakan baterai mereka telah memasuki tahap uji coba dan rencananya akan diproduksi massal untuk penggunaan komersial seperti ponsel dan drone.

"Baterai energi atom Betavolt dapat memenuhi kebutuhan catu daya yang tahan lama dalam berbagai skenario, seperti kedirgantaraan, peralatan AI, peralatan medis, mikroprosesor, sensor canggih, drone kecil, dan robot mikro," ujar perusahaan tersebut, dikutip dari The Independent.

"Inovasi energi baru ini akan membantu China menjadi yang terdepan dalam babak baru revolusi teknologi AI," tambahnya.

Betavolt menjelaskan baterai nuklirnya dapat menghasilkan daya 100 mikrowatt dan tegangan 3V, dengan hanya ukuran 15x15x5 milimeter kubik.

Dikarenakan ukurannya yang mungil, baterai ini bisa dipasang dalam jumlah banyak untuk menghasilkan energi lebih besar.

Di sisi ketahanan, Betavolt mengklaim baterai ini tidak mudah terbakar atau meledak. Selain itu, baterai ini juga mampu bekerja pada suhu berkisar antara -60 hingga 120 derajat Celsius.

"Baterai energi atom yang dikembangkan oleh Betavolt benar-benar aman, tidak memiliki radiasi eksternal, dan cocok untuk digunakan pada perangkat medis seperti alat pacu jantung, jantung buatan, dan koklea dalam tubuh manusia," kata perusahaan tersebut.

"Baterai energi atom ramah lingkungan. Setelah masa peluruhan, 63 isotop tersebut berubah menjadi isotop tembaga yang stabil, non-radioaktif dan tidak menimbulkan ancaman atau mencemari lingkungan," lanjutnya.

Baterai bertenaga nuklir sebenarnya bukan hal baru. Jauh sebelum Betavolt, para ilmuwan di Uni Soviet dan Amerika Serikat telah mengembangkan teknologi baterai nuklir untuk digunakan di pesawat ruang angkasa, sistem bawah air, dan stasiun ilmiah jarak jauh, tetapi baterai termonuklir memiliki harga sangat mahal dan ukurannya super besar.

(lom/dmi)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |