Daftar Persenjataan AS yang Siaga Dekat Iran di Tengah Ancaman Perang

3 hours ago 8

Jakarta, CNN Indonesia --

Aset-aset militer Amerika Serikat (AS) telah siaga di sekitar Iran di tengah ancaman meletusnya perang dengan negara itu.

Kapal-kapal perusak, jet tempur, hingga kapal induk AS sudah 'mengepung' Iran, yang sedang berpacu dengan waktu imbas deadline dari Presiden AS Donald Trump.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada Jumat (30/1), Trump memberikan tenggat waktu kepada Iran untuk segera mencapai kesepakatan soal program nuklir. Trump menuntut Iran untuk berhenti mengembangkan nuklir, serta rudal-rudal balistik, jika tak mau diserang.

Sejak Senin (26/1), kapal induk AS USS Abraham Lincoln dikabarkan mulai beroperasi di Timur Tengah. Kapal yang berlayar dari Asia Pasifik itu didampingi tiga kapal perusak yang dilengkapi dengan puluhan rudal Tomahawk.

Posisi USS Abraham Lincoln saat ini berada di Laut Arab bagian utara, demikian menurut citra satelit.

Dilansir dari CNN, Abraham Lincoln memboyong kekuatan udara yang meliputi skuadron jet tempur F/A-18E Super Hornet, pesawat tempur F-35C Lightning II, dan pesawat perang elektronik EA-18G Growler.

Kekuatan tempur Abraham Lincoln juga diperkuat dengan tiga kapal perang pesisir di Bahrain, yakni USS Santa Barbara, USS Canberra, dan USS Tulsa.

Ketiga kapal bisa dipanggil untuk menyapu ranjau jika Teheran mengerahkan persenjataan semacam itu.

Dalam beberapa hari terakhir, AS juga telah mengerahkan beberapa sistem pertahanan udara ke Timur Tengah, yakni sistem Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) tambahan dan sistem rudal Patriot. Kedua sistem saat ini berada di Pangkalan Udara AS Al Udeid di Qatar.

Sistem-sistem ini akan menjadi kunci pertahanan serangan rudal Iran jika Teheran berniat menargetkan aset militer atau sekutu AS di wilayah tersebut.

Pada Kamis (29/1), pesawat EA-11A juga telah bertengger di Pangkalan Udara Al Udeid. Jet ini dibutuhkan AS untuk mengoordinasikan operasi kompleks.

Pada hari yang sama, sebuah pesawat kargo yang dimodifikasi dan dirancang untuk operasi pencarian dan penyelamatan juga tiba di wilayah itu.

Satu skuadron jet tempur F-15E Strike Eagle juga baru-baru ini dikerahkan ke Timur Tengah. Pesawat-pesawat ini dapat membawa berbagai bom berpemandu serta rudal udara ke permukaan.

Pesawat-pesawat nirawak pengawas dan pengintai juga sudah mondar-mandir di Selat Hormuz dan Teluk Persia. Sejak Senin, pesawat-pesawat itu konsisten patroli dari pangkalan AS di Qatar, Bahrain, bahkan luar Timur Tengah.

Varian pesawat pengintai RC-135V juga telah mendarat di kawasan ini, yang mampu mendeteksi puing-puing radioaktif dan menafsirkan sinyal elektromagnetik.

(blq/asr)

Read Entire Article
| | | |