Demo Kian Mencekam, Kemlu RI Minta WNI Tunda Perjalanan ke Iran

2 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemlu RI) meminta warga negara Indonesia (WNI) untuk menunda perjalanan ke Iran saat demonstrasi kian membara di negara tersebut.

Plt Direktur Pelindungan WNI Kemlu Heni Hamidah mengutip informasi dari Safe Travel yang menunjukkan bahwa Iran masih diberi tanda merah. Warna ini berarti wilayah tersebut masuk kategori bahaya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk itu, bagi WNI yang memiliki rencana perjalanan ke Iran, diimbau agar menunda perjalanan hingga situasi dan kondisi keamanan dinyatakan kondusif," kata Heni saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (15/1).

Dia juga mengatakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tehran telah mempersiapkan rencana kontigensi (Contigency Plan) untuk mengantisipasi eskalasi situasi keamanan di Iran.

KBRI Tehran, kata Heni, turut mengimbau seluruh WNI di Iran agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan hingga memantau perkembangan situasi melalui sumber informasi resmi.

WNI juga diminta untuk menghindari lokasi pusat-pusat demonstrasi dan kerumunan massa, serta menjaga komunikasi dengan KBRI Tehran.

Saat ini, ada 386 WNI di Iran yang terkonsentrasi di Qom dan Isfahan. Mayoritas dari mereka merupakan pelajar.

Sejak akhir Desember, Iran membara karena gelombang demonstrasi. Menurut pemberitaan media pemerintah, fasilitas sipil hingga pertokoan terbakar dalam demo itu.

Menurut laporan media dan lembaga pemantau HAM, korban tewas selama demonstrasi berlangsung telah mencapai lebih dari 2.600 orang. 

Selain itu, intelijen Israel memperkirakan sekitar 5.000 orang tewas, sementara media Iran International yang berbasis di Inggris menyebut korban tembus lebih dari 12.000 jiwa.

Namun hingga kini, CNN Indonesia belum memperoleh data pembanding terkait jumlah korban tewas dari media resmi Iran seperti IRNA, Mehr News, dan Fars.

Hal itu disebabkan akses internet di Iran masih terputus total sehingga laman media-media tersebut tidak dapat diakses.

Para pedemo memprotes inflasi yang melangit hingga meminta pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei mundur. Namun, pemerintah dilaporkan menggunakan kekuatan berlebih dalam menangani demonstran hingga memutus internet skala nasional.

Khamenei juga menuding demo itu ada campur tangan Amerika Serikat. Di sisi yang lain, Presiden Donald Trump terus memprovokasi rakyat Iran untuk melakukan demo dan merebut kebebasan.

Trump juga menyatakan siap menyerang Iran jika pembunuhan kepada demonstran terus terjadi.

Di tengah situasi itu, sejumlah negara seperti Italia hingga India meminta warga negara mereka di Iran untuk segera angkat kaki dengan cara apapun.

(isa/rds)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |