Jakarta, CNN Indonesia --
Sopir taksi listrik Green SM berinisial RRP yang tertemper KRL jurusan Cikarang-Jakarta di Bekasi Timur baru bekerja selama tiga hari sebelum kecelakaan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan hal itu diketahui penyidik usai memeriksa RRP dua kali pada Selasa (28/4) dan Rabu (29/4) kemarin.
"Dari hasil keterangan sopir taksi yang sudah dimintai keterangan bahwa yang bersangkutan baru bekerja itu semenjak tanggal 25 April 2026," ujarnya kepada wartawan, Kamis (30/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kecelakaan taksi tertemper KRL terjadi pada Senin 27 April 2026. Dengan demikian Sopir taksi baru bekerja selama tiga hari.
Budi mengatakan RRP juga mengaku baru menjalankan pelatihan selama satu hari. Pelatihan itu, kata dia, berkaitan dengan pengenalan dasar mengenai taksi listrik yang akan ia kendarai.
"Tentang bagaimana mengendarai, cara menghidupkan kendaraan tersebut, ini baru pengenalan dasar itu dilakukan satu hari. Bagaimana menyalakan, mematikan mobil serta cara lampu sign, parkir dan lain-lain. Ini terjadi, ini masih didalami oleh teman-teman penyidik," ujarnya.
Lebih lanjut, Budi menyebut menyebut kasus kecelakaan itu telah ditingkatkan statusnya ke tahap penyidikan setelah diambil alih oleh Subdit Kamneg Direktorat Reserse Kriminal Umum.
"Ditangani oleh Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan ini sudah naik tingkat ke tahap penyidikan," jelasnya.
Lewat peningkatan status tersebut, artinya penyidik telah menemukan unsur dugaan pelanggaran pidana dalam kasus itu. Meski begitu, Budi mengatakan penyidik masih perlu melakukan pendalaman untuk membuat terang benderang perkara dimaksud.
"Artinya kita juga masih melakukan pendalaman terkait tentang saksi-saksi ke mana arah pidananya dalam proses penanganan ini. Sehingga harus ada pendalaman," tuturnya.
Dalam kasus ini, kata dia, Polda Metro Jaya juga dibantu oleh Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri untuk melihat penyebab apakah kecelakaan ini karena sistem kelistrikan atau sinyal dari komunikasi yang terputus.
"Nah ini masih kita dalami karena memang kita melihat kejadian baru beberapa hari lalu," pungkasnya.
(tfq/dal)
Add
as a preferred source on Google


















































