Deteksi Mata Juling Sejak Masih Bayi, Ini 5 Ciri-Cirinya

6 hours ago 3

CNN Indonesia

Kamis, 13 Agu 2026 17:45 WIB

ilustrasi mata juling pada anak Foto: iStockphoto/IvanJekic
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Mata juling atau posisi mata yang tidak sejajar bisa terjadi pada siapa saja, termasuk orang dewasa dan bayi. Kondisi ini biasanya lebih mudah dikenali ketika salah satu mata terlihat mengarah ke sisi yang berbeda dari mata lainnya.

Pada anak-anak, mata juling bahkan bisa terlihat sejak usia bayi. Oleh karena itu, orang tua bisa mulai memperhatikan posisi mata bayi saat melihat wajah, mainan, atau benda di sekitarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ciri-ciri mata juling pada bayi

Jadi, seperti apa ciri mata juling pada bayi yang bisa dikenali orang tua? Ini dia beberapa di antaranya:

1. Salah satu mata tampak mengarah ke dalam atau ke luar

Tanda yang paling mudah terlihat adalah arah mata yang tidak sejajar. Salah satu mata dapat tampak mengarah ke hidung, sedangkan mata lainnya melihat lurus ke depan.

Mengutip American Academy of Ophthalmology (AAO), ada istilah infantile esotropia, yakni salah satu jenis strabismus atau mata juling pada bayi. Ini umumnya muncul dalam enam bulan pertama kehidupan.

Kondisi ini biasanya terlihat cukup konstan. Artinya, mata tidak hanya sesekali tampak menyimpang, tetapi dapat terlihat mengarah ke dalam secara terus-menerus.

2. Kedua mata tidak sejajar saat melihat benda

Orang tua juga bisa memperhatikan posisi kedua mata ketika bayi sedang mengikuti wajah, mainan, atau benda di depannya. Pada mata yang sejajar, kedua mata akan mengarah pada objek yang sama.

Adapun pada strabismus, salah satu mata dapat tampak tidak mengikuti arah pandangan mata lainnya. Penyimpangan tersebut dapat terjadi pada satu mata saja atau bergantian antara kedua mata.

3. Mata tampak juling terus-menerus

Menurut studi Timothy T Xu et al. dalam American Journal of Ophthalmology (Oktober 2021), bayi memang dapat mengalami ketidakstabilan posisi mata pada awal kehidupannya.

Kondisi yang disebut ocular instability of infancy ini dapat terjadi hingga sekitar usia 3 bulan dan berlangsung lebih lama pada bayi prematur. Oleh karena itu, mata bayi yang sesekali tampak menyimpang pada usia sangat dini tidak otomatis matanya juling.

Yang lebih perlu diperhatikan, yakni jika mata terus terlihat tidak sejajar atau salah satu mata konsisten mengarah ke dalam atau ke luar.

4. Bayi sering memiringkan atau memutar kepala

Pada beberapa kasus, bayi dengan gangguan kesejajaran mata dapat memiringkan atau memutar kepala untuk mendapatkan posisi melihat tertentu. Namun, tanda ini tidak bisa digunakan sendirian untuk menyimpulkan bayi mengalami strabismus.

Orang tua perlu melihatnya bersama perubahan lain pada posisi mata. Jika bayi kerap melakukan hal tersebut ketika melihat objek, terutama jika disertai mata yang terlihat tidak sejajar, pemeriksaan mata dapat membantu memastikan penyebabnya.

5. Bayi tampak lebih sering menggunakan salah satu mata

Strabismus juga dapat membuat bayi lebih sering mengandalkan satu mata untuk melihat, sedangkan mata lainnya menyimpang. Orang tua mungkin melihat bayi seperti lebih sering menggunakan satu sisi pandangan atau kesulitan mempertahankan tatapan pada objek tertentu.

Meski begitu, perilaku bayi saat melihat benda juga dipengaruhi perkembangan penglihatan sesuai usia. Tanda-tanda tersebut tidak cukup untuk memastikan adanya strabismus tanpa pemeriksaan.

Kapan sebaiknya diperiksa?

ilustrasi mata juling pada anakIlustrasi. Anda bisa mengecek kondisi mata juling pada anak yang masih berusia dini. (iStockphoto/IvanJekic)

Jika mata bayi terlihat tidak sejajar secara berulang atau salah satu mata terus-menerus menyimpang, sebaiknya kondisi tersebut diperiksakan ke dokter mata.

Dokter dapat melakukan pemeriksaan kesejajaran mata, termasuk cover test, untuk melihat apakah kedua mata benar-benar berada pada posisi yang sejajar.

Jadi, mata bayi yang sesekali tampak juling belum tentu masalah, terutama pada usia sangat dini. Namun, jika penyimpangan terlihat terus-menerus atau berulang setelah masa awal perkembangan, jangan hanya menunggu hingga bayi lebih besar.

Pemeriksaan lebih awal dapat membantu memastikan apakah yang terlihat hanya ilusi posisi mata atau memang terdapat gangguan kesejajaran mata.

(anm/rti)

Read Entire Article
| | | |