HAJI 2026
CNN Indonesia
Minggu, 17 Mei 2026 08:10 WIB
Ilustrasi. Jemaah haji dianjurkan memperbanyak doa saat mabit di Muzdalifah. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --
Mabit di Muzdalifah menjadi salah satu rangkaian penting dalam ibadah haji setelah jemaah menjalani wukuf di Arafah. Di tempat ini, jemaah dianjurkan memperbanyak zikir, doa, istigfar, hingga mengumpulkan batu kerikil untuk melontar jumrah di Mina.
Muzdalifah sendiri merupakan kawasan terbuka di antara Arafah dan Mina yang dalam Al-Qur'an disebut sebagai Masy'aril Haram. Jemaah biasanya bermalam hingga lewat tengah malam sebelum melanjutkan perjalanan ke Mina.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman:
"Maka apabila kamu telah bertolak dari Arafah, berdzikirlah kepada Allah di Masy'aril Haram." (QS Al-Baqarah: 198)
Mayoritas ulama memandang mabit di Muzdalifah sebagai wajib haji. Karena itu, jemaah dianjurkan memanfaatkan waktu selama berada di sana untuk memperbanyak doa dan zikir.
Berikut doa-doa yang dianjurkan saat mabit di Muzdalifah lengkap dengan tulisan Arab, latin, dan artinya.
1. Doa ketika tiba di Muzdalifah
Doa ini dibaca sebagai bentuk harapan agar Allah mengabulkan permohonan para jemaah yang berkumpul di Muzdalifah.
اللَّهُمَّ إِنَّ هَذِهِ مُزْدَلِفَةُ جُمِعَتْ فِيهَا أَلْسِنَةُ مُخْتَلِفَةٌ تَسْأَلُكَ حَوَائِجَ مُتَنَوِّعَةً فَاجْعَلْنِي مِمَّنْ دَعَاكَ فَاسْتَجَبْتَ لَهُ وَتَوَكَّلْ عَلَيْكَ فَكَفَّيْتَهُ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Allahumma inna haadzihi muzdalifatu jumi'at fiihaa alsinatun mukhtalifatun tas'aluka hawaaija mutanawwi'atan faj'alnii mimman da'aaka fastajabta lahu wa tawakkal 'alaika fakafaitahu yaa arhamar raahimiin.
Artinya:
"Ya Allah, sesungguhnya di Muzdalifah ini telah berkumpul orang-orang dengan bermacam-macam bahasa yang memohon kepada-Mu berbagai keperluan. Maka jadikanlah aku termasuk golongan yang berdoa kepada-Mu lalu Engkau kabulkan, yang berserah diri kepada-Mu lalu Engkau cukupkan, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dari segala pengasih."
2. Doa memohon segala kebaikan
Selain doa saat tiba di Muzdalifah, jemaah juga dianjurkan membaca doa memohon kebaikan dan perlindungan dari keburukan.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَنِي فِي هَذَا الْمَكَانِ جَوَامِعَ الْخَيْرِ كُلَّهُ وَأَنْ تُصْلِحَ شَأْنِي كُلَّهُ، وَأَنْ تَصْرِفَ عَنِّي الشَّرَّ كُلَّهُ فَإِنَّهُ لَا يَفْعَلُ ذَلِكَ غَيْرُكَ وَلَا يَجُودُ بِهِ إِلَّا أَنْتَ
Allahumma inni as'aluka an tarzuqanii fii hadzaal makaani jawaami'al khaira kullahu wa an tushliha sya'nii kullahu wa an tashrifa 'annii syarra kullahu fainnahu laa yaf'alu dzaalika ghairuka walaa yajuudu bihi illa anta.
Artinya:
"Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu agar Engkau menganugerahkan kepadaku di tempat ini segala bentuk kebaikan, memperbaiki seluruh keadaanku, dan menjauhkan aku dari segala keburukan. Sebab tidak ada yang mampu melakukan itu selain Engkau."
3. Doa lain saat mabit di Muzdalifah
Selain dua doa tersebut, terdapat pula doa yang banyak diamalkan jemaah saat mabit di Muzdalifah.
اللَّهُمَّ كَمَا أَوْقَفْتَنَا وَأَوْرَيْتَنَا إِيَّاهُ فَوَفِّقْنَا لِذِكْرِكَ كَمَا هَدَيْتَنَا وَاغْفِرْلَنَا وَارْحَمْنَا كَمَا وَعَدْتَنَا بِقَوْلِكَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ
Allahumma kama auqaftana wa auraitana iyyahu fawaffiqna lizikrika kama hadaitana waghfirlana warhamna kama wa'adtana biqaulika wa qaulukal haqq.
Artinya:
"Ya Allah, sebagaimana Engkau menghimpunkan kami dan menunjukkan kami pada hari ini, maka berikanlah kami taufik untuk mengingat-Mu seperti Engkau telah membimbing kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami sebagaimana janji-Mu."
Selama mabit, jemaah juga dianjurkan memperbanyak zikir dan talbiyah. Selain itu, jemaah dianjurkan membaca istigfar, Al-Qur'an, serta memperbanyak doa pribadi selama berada di Muzdalifah.
Saat mabit, jemaah biasanya juga mengumpulkan batu kerikil kecil untuk persiapan melontar jamrah di Mina. Batu yang diambil umumnya berukuran kecil seperti biji kacang.
Mabit di Muzdalifah bukan sekadar bermalam, tetapi juga momen refleksi. Dalam suasana terbuka dan sederhana, jemaah diajak mengingat kebesaran Allah SWT sekaligus merenungi perjalanan hidupnya.
Oleh karena itu, banyak ulama menganjurkan agar malam di Muzdalifah tidak hanya diisi dengan istirahat, tetapi juga dengan doa, zikir, dan munajat agar ibadah menjadi haji yang mabrur.
(nga/asr)
Add
as a preferred source on Google



















































