Jakarta, CNN Indonesia --
Dorna Sports mulai ragu bisa menggelar MotoGP Qatar 2026 sesuai rencana akibat konflik di Timur Tengah yang masih memanas.
MotoGP Qatar di Sirkuit Lusail yang merupakan seri keempat pada musim ini sejatinya akan digelar pada 10-12 April mendatang setelah Brasil dan Amerika Serikat (AS).
Hanya saja, perang Iran dengan AS-Israel mulai menyasar sejumlah negara Teluk. Situasi di Timur Tengah itu masih dalam pengamatan MotoGP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari Crash, Carmelo Ezpeleta yang merupakan CEO Dorna sekaligus CEO MotoGP Sports Entertainment mengaku sulit menggelar MotoGP Qatar pada situasi saat ini.
"Apakah mungkin untuk mengganti ke tanggal lain? Jangan khawatir. Kami selalu memiliki rencana B," kata Ezpeleta di Madrid.
"Kita harus menunggu, saya tidak bisa mengatakan sekarang bahwa kita tidak akan pergi. Kami telah berbicara dengan Qatar sejak hari Minggu, dan kami akan membuat keputusan. Kemungkinan kecil kita akan pergi ke Qatar pada 12 April, tetapi saya tidak bisa mengatakan bahwa kita tidak akan pergi," ucap Ezpeleta menambahkan.
Meski begitu Ezpeleta memastikan tidak ada sirkuit pengganti jika MotoGP Qatar tidak bisa digelar. Perubahan tanggal dianggap lebih memungkinkan dibandingkan dengan perubahan lokasi.
"Pergi ke tempat lain? Tentu tidak. Apakah itu akan sesuai dengan jadwal? Kami sangat pandai membuat jadwal. Kami akan segera mengetahui sesuatu, tentu saja. Kami menunggu mereka memberi tahu kami sesuatu. Masih ada waktu," tutur Ezpeleta.
(sry/jun)


















































