DPR Ungkap Harga Asli Pertamax Tembus Rp20 Ribu Tanpa Subsidi

2 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya mengungkapkan harga Pertamax bisa mencapai Rp20 ribu per liter apabila dijual mengikuti harga keekonomian tanpa intervensi pemerintah.

Bambang mengatakan informasi tersebut diperolehnya setelah berdiskusi dengan PT Pertamina terkait struktur biaya bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, khususnya Pertamax dengan angka oktan atau RON 92.

Menurut dia, pada 10 Juni lalu biaya pokok atau modal Pertamax mencapai sekitar US$1,1 per liter. Jika dikonversi ke rupiah, nilainya berada di kisaran Rp19 ribu hingga Rp20 ribu per liter.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya tanya kepada kawan-kawan Pertamina, itu RON 92 ketika tanggal 10 Juni, sebetulnya modal kalian berapa? Itu US$1,1 dolar per liter. Kalau kita rupiahkan, artinya sekitar Rp19.000 sampai Rp20 ribu," ujar Bambang dalam acara Energy Forum, Kamis (25/6).

Namun, ia menjelaskan pemerintah melalui Kementerian ESDM menetapkan harga jual Pertamax di bawah harga keekonomian tersebut. Saat ini Pertamax dijual seharga Rp16.250 per liter di sejumlah daerah.

Menurut Bambang, kondisi itu menunjukkan pemerintah tetap melakukan intervensi terhadap harga BBM nonsubsidi dan tidak membiarkan harga sepenuhnya mengikuti mekanisme pasar.

"Artinya apa? Sebetulnya untuk harga-harga nonsubsidi ini Pertamina juga tidak dibiarkan menjual penuh dengan harga ekonomi," jelasnya.

Ia menilai masyarakat perlu mengetahui bahwa perhatian pemerintah tidak hanya diberikan kepada BBM subsidi, tetapi juga terhadap BBM nonsubsidi yang banyak digunakan kalangan menengah ke atas.

Bambang juga menyinggung kondisi pelaku usaha SPBU swasta yang menurutnya belum tentu bersedia menjual BBM dengan harga seperti yang berlaku saat ini apabila harus mengikuti harga keekonomian.

Karena itu, ia menegaskan pemerintah masih berperan aktif dalam mengatur harga BBM nonsubsidi guna menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan pasokan energi tetap tersedia.

"Nah, jadi kita melihat terkait dengan BBM bahwa kita harus kasih apresiasi. Secara umum ketersediaan pasokan itu dapat dijamin untuk BBM," pungkas Bambang.

[Gambas:Video CNN]

(ldy/sfr)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |