Yogyakarta, CNN Indonesia --
Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir menyebut Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2026 jadi ajang mendorong gaya hidup sehat masyarakat dan memperkuat sportourism serta menggerakkan perekonomian daerah.
Menurut Erick, penyelenggaraan Jogja Marathon yang konsisten digelar sejak 2017 memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta.
"Sangat positif, karena memang kalau kita lihat Jogja itu kan salah satu juga pusat pariwisata ya," kata Erick setelah melepas para runners MJM 2026 di Kompleks Candi Prambanan, Sleman, DIY, Minggu (21/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Erick menilai ajang ini sangat positif bagi Yogyakarta sebagai salah satu pusat pariwisata yang saat ini menduduki peringkat keempat untuk kunjungan wisatawan mancanegara, di bawah Bali yang berada di posisi pertama.
Menurutnya, potensi keindahan alam dan kekayaan budaya seperti Candi Prambanan seharusnya bisa mendongkrak posisi Yogyakarta ke peringkat dua melalui intervensi sportourism.
"Itu yang juga bisa kembali dibangkitkan terutama di Yogyakarta sehingga tadi rangking kedatangannya bisa lebih besar, bahkan yang nasional pun yang ranking tujuh siapa tahu bisa top three juga gitu. Nah kita lihat dengan fasilitas yang sudah dilakukan Bank Mandiri hari ini tahun ketujuh peningkatannya luar biasa, 10.200 runner," katanya.
Lebih lanjut, Erick meyakini bahwa sportourism tidak hanya mendukung gaya hidup sehat masyarakat, tetapi juga menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Hal ini dinilai sejalan dengan dorongan Prabowo Subianto untuk memacu pertumbuhan ekonomi nasional di angka 5 hingga 8 persen melalui pengembangan sektor-sektor potensial baru.
Selain berdampak pada sektor pariwisata dan ekonomi, Erick menilai meningkatnya jumlah peserta Jogja Marathon juga berperan dalam mendorong generasi muda untuk menerapkan gaya hidup sehat melalui olahraga.
Erick memaparkan data statistik bahwa meskipun demografi Indonesia didominasi usia muda, partisipasi olahraganya baru mencapai 17 persen, berbanding terbalik dengan Jepang yang mayoritas penduduk tua namun partisipasi olahraganya mencapai 65 persen.
"Artinya dengan kegiatan-kegiatan seperti ini dan saya lihat sekarang sudah ada 104 event maraton di Indonesia dengan total runners hampir 10,6 juta kalau tidak salah. Nah, ini pasti akan mendorong yang namanya tadi masyarakat punya aksesibilitas olahraga lebih baik," pungkasnya.
MJM 2026 memiliki tema "More Than a Race". Ajang sporttourism ini memadukan kompetisi lari berstandar internasional dengan pengalaman wisata, perayaan budaya, dan perjalanan menyusuri Yogyakarta yang berdampak sosial.
Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2026 resmi digelar pada Minggu (21/6) pagi di kawasan Candi Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta. Foto: (CNNIndonesia.com/Tunggul)
MJM 2026 diikuti 10.200 pelari dari 17 negara, catatan peserta terbesar sepanjang penyelenggaraan sejak 2017.
MJM 2026 menyajikan empat kategori buat para pelari, dengan lintasan mencakup lanskap budaya khas Yogyakarta, termasuk Candi Plaosan, Monumen Taruna, dan sejumlah desa tradisional yang telah tersertifikasi AIMS.
Tema "More Than a Race" dijabarkan ke dalam empat ekspresi, yakni pengalaman lari ikonik (Experience), perayaan budaya (Celebration), perjalanan wisata ke Yogyakarta (Trip to Jogja), serta dampak sosial dan ekonomi (Impact). Keempatnya dirangkai untuk membangun kesadaran, antusiasme, hingga partisipasi publik selama pekan penyelenggaraan.
(kum/kum/jun)
Add
as a preferred source on Google



















































