Jakarta, CNN Indonesia --
Isu ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) masih berlanjut. Pelaporan demi pelaporan hingga sidang kasus tersebut terus bergulir. Sejumlah nama terseret dalam sengkarut isu tersebut.
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono disebut tokoh di balik isu ijazah palsu Jokowi. Tudingan yang berkembang di berbagai media sosial itu berujung pelaporan ke polisi.
Badan Hukum Partai Demokrat melaporkan empat akun media sosial (medsos) ke Polda Metro Jaya terkait tudingan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laporan tersebut dilayangkan buntut somasi Badan Hukum pada 31 Desember yang tidak digubris.
"Benar bahwa semalam kami membuat laporan di Polda Metro Jaya, sebagai tindak lanjut somasi kami tertanggal 31 Desember 2025 yang tidak diindahkan," kata anggota Badan Hukum Partai Demokrat, Muhajir saat dihubungi, Selasa 6 Januari 2026 lalu.
Laporan itu tercatat lewat LP bernomor LP/B/97/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA tanggal 5 Januari 2026 pukul 23.16 WIB.
Empat akun media sosial yang dimaksud yakni akun YouTube @AGRI FANANI, @Bang bOy YTN, @KajianOnline, dan akun TikTok @sudirowibudhiusmp. Dari lima akun medsos yang disomasi, hanya akun YouTube Zulfan Lindan yang tak dilaporkan.
Muhajir tak mengungkap dengan tegas alasan akun Zulfan Lindan batal dilaporkan. Sedangkan satu akun, Kajian Online, meski telah menyatakan maaf tetap dilaporkan karena dinilai telah melewati batas waktu somasi 3x24 jam.
"Sehingga, kami tetap masukkan akun tersebut, salah satu terlapornya begitu. Akun Kajian Online," kata Muhajir.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan kasus tersebut masih diselidiki Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya.
Pelaporan tersebut juga berujung permintaan maaf salah satu terlapor. Akun YouTube dengan nama Kajian Online itu mengunggah video permintaan maaf pada Senin (5/1).
"Dalam Video ini Kajian online juga ingin Mengucapkan permohonan maaf kepada Bapak SBY dan Demokrat, kami juga berterima kasih atas waktu yang sudah di luangkan Rekan-rekan untuk berdiskusi bersama kami, atas sejumlah konten yang perlu diperbaiki, dan direvisi," demikian keterangan dalam video tersebut.
Terbaru, nama Wakil Presiden ke 10 dan 12 Jusuf Kalla ikut terseret kasus Ijazah Jokowi.
Beberapa narasi yang tersebar di platform digital Rismon Sianipar menuding JK mendanai eks Menpora Roy Suryo sebesar Rp5 miliar untuk memperkarakan ijazah Jokowi.
JK pun membantah hal tersebut.
"Saya katakan itu pasti dan yakin tidak benar," kata JK saat konferensi pers di kediamannya, Jakarta, Minggu (5/4).
Oleh karenanya, ia akan melaporkan ke Bareskrim Polri untuk meluruskan isu tersebut. Nantinya, kata dia, pelaporan akan diwakilkan langsung melalui pengacaranya, hari ini, Senin (6/4).
Sementara, Ahli Digital Forensik Rismon Sianipar membantah telah menyebut Jusuf Kalla sebagai pendana kasus dugaan ijazah palsu Jokowi.
Pengacara Rismon, Jahmada Girsang menegaskan hal tersebut tidak pernah disampaikan kliennya. Ia menyebut potongan video yang beredar di media sosial merupakan hasil rekayasa Artificial Intelligence (AI).
"Itu olahan AI semua ya, Rismon tidak pernah sebut nama Pak JK," ujarnya kepada wartawan, Minggu (5/4).
Oleh karenanya, Jahmada mengatakan pernyataan yang dipersoalkan JK merupakan hoaks. Lebih lanjut, ia juga enggan berkomentar soal rencana pelaporan yang akan dilalukan oleh JK terhadap Rismon.
"Biarkan saja dulu, tidak segampang itu membuat laporan, nanti di SPKT diuji dulu bukti-bukti awal apa yang disodorkan," tuturnya.
(tim/isn)
Add
as a preferred source on Google


















































