CNN Indonesia
Sabtu, 17 Jan 2026 17:00 WIB
Bandara Internasional Dubai, Uni Emirat Arab, jadi bandara internasional tersibuk di dunia selama 2025. (Istockphoto/Michael Luhrenberg)
Jakarta, CNN Indonesia --
Bandara Internasional Dubai (DXB) di Uni Emirat Arab berhasil mempertahankan gelar sebagai bandara internasional tersibuk di dunia sepanjang tahun 2025.
Berdasarkan data dari perusahaan aviasi asal Inggris, OAG, Bandara Internasional Dubai mencatatkan kapasitas sebanyak 62,4 juta kursi internasional, atau naik 4 persen dibandingkan tahun lalu.
Seperti dilansir VN Express, sebagai hub utama bagi maskapai Emirates, bandara ini melayani hampir 100 maskapai penerbangan yang terbang ke lebih dari 240 destinasi di enam benua.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya sibuk, Bandara Dubai juga menawarkan fasilitas mewah seperti taman zen, kolam renang terbuka, pusat kebugaran, bioskop, hingga hotel bintang lima bagi para penumpang transit.
Posisi kedua dalam daftar ini ditempati oleh Bandara London Heathrow dengan 49 juta kursi internasional. Angka ini menunjukkan kenaikan 1 persen dari tahun 2024 dan sudah 4 persen lebih tinggi dibandingkan level sebelum pandemi pada 2019.
Sementara itu, Seoul Incheon International Airport mengamankan posisi ketiga dengan 43 juta kursi. Pertumbuhan sebesar 3 persen di bandara ini menjadi sinyal pemulihan total trafik perjalanan internasional di Korea Selatan.
Berikut adalah daftar 5 besar bandara internasional tersibuk tahun 2025.
1. Bandara Internasional Dubai (DBX)
2. Bandara London Heathrow (LHR)
3. Bandara Incheon Seoul (ICN)
4. Bandara Changi Singapura (SIN)
5. Bandara Istanbul (IST).
Bandara Changi Singapura, yang kerap dijuluki sebagai bandara terbaik di dunia, berada di peringkat keempat dengan 42,6 juta kursi. Meski berada di bawah Dubai dan Incheon, kapasitas Changi naik 3 persen secara tahunan, mengembalikan level operasionalnya setara dengan tahun 2019.
Lonjakan paling signifikan dicatatkan oleh Bandara Internasional Hongkong (HKG). Bandara ini mencatat pertumbuhan kursi tertinggi di antara 10 besar dunia, yakni melonjak 12 persen menjadi 38,7 juta kursi pada 2025, yang menempatkannya di posisi kedelapan secara global.
(wiw)
















































