Harga Minyak Lesu saat Isu Pasokan dan Ketegangan AS-Iran Mereda

3 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Harga minyak dunia masih lesu pada perdagangan Rabu (18/2) seiring kemajuan pembicaraan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Hal itu memberikan ruang penurunan isu ketegangan bilateral dan risiko gangguan pasokan dari produsen minyak di Timur Tengah. 

Melansir Reuters, harga minyak mentah jenis Brent turun 0,04 persen menjadi US$67,39 per barel pada pukul 01.39 GMT. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 5 sen atau 0,08 persen menjadi US$62,28.

Kedua jenis harga minyak berjangka tersebut diperdagangkan di sekitar level terendah dua minggu terakhir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iran dan AS mencapai kesepahaman pada Selasa (17/2), terkait 'prinsip-prinsip panduan' utama dalam pembicaraan untuk menyelesaikan perselisihan nuklir yang telah berlangsung lama, tetapi itu tidak berarti kesepakatan akan segera tercapai," kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi.

Di sisi lain, para analis tetap berhati-hati tentang potensi keberlanjutan kemajuan tersebut.

"Meskipun terobosan yang berarti akan meredakan ketegangan geopolitik dan berpotensi meningkatkan pasokan minyak Iran, kami tetap skeptis bahwa hasil ini akan tercapai dalam jangka pendek," kata analis pasar IG Tony Sycamore dalam catatannya.

Sementara itu, Konsultan politik Eurasia Group dalam catatannya memperkirakan kemungkinan 65 persen serangan AS terhadap Iran akan berlangsung akhir April. 

Faktor lain yang membebani harga minyak adalah laporan dari media Rusia terkait produksi di ladang minyak Tengiz di Kazakhstan, salah satu yang terbesar di dunia meningkat setelah penangguhan pada Januari.

Tengiz berencana untuk mencapai kapasitas penuh pada 23 Februari, menurut sumber Reuters.

Ke depan, pasar akan fokus pada laporan mingguan dari American Petroleum Institute, Energy Information Administration dan badan statistik Departemen Energi AS.

[Gambas:Video CNN]

(ins)

Read Entire Article
| | | |