Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Telkomsel Perkuat Bisnis Berkelanjutan Lewat 3 Pilar amp;quot;Jagaamp;quot;

5 hours ago 9

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Telkomsel Perkuat Bisnis Berkelanjutan Lewat 3 Pilar "Jaga"

Komisaris Utama Telkomsel sekaligus Wakil Menteri Lingkungan Hidup RI, Diaz F.M. Hendropriyono, Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, dan Direktur Planning & Transformation Telkomsel, Wong Soon Nam menanam pohon di Hari Lingkungan Hidup Sedunia, 5 Juni 2

JAKARTA Telkomsel menegaskan komitmennya untuk praktik bisnis yang hijau dan berkelanjutan (sustainability) dengan berfokus pada tiga pilar "jaga" utama. Langkah ini merupakan bagian dari strategi menyukseskan program GoZero menuju Net Zero 2060 yang dicanangkan oleh Telkom Group.

Langkah Telkomsel ini diapresiasi oleh Komisaris Utama Telkomsel sekaligus Wakil Menteri Lingkungan Hidup RI, Diaz F.M. Hendropriyono, yang menekankan bahwa kemajuan perusahaan harus berjalan selaras dengan perkembangan lingkungan dan kualitas hidup masyarakat di sekitarnya.

“Perubahan iklim adalah tantangan nyata yang dampaknya sudah dan akan semakin dirasakan. Dunia usaha perlu mengambil peran lebih besar untuk mendorong praktik yang lebih hijau dan berkelanjutan,” ujar Hendropriyono di Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Jumat, (5/6/2026).

Komitmen penciptaan dampak yang bermakna tersebut diterjemahkan Telkomsel ke dalam tiga pilar fokus keberlanjutan, yaitu Jaga Cita, Jaga Data, Jaga Bumi.

1. Jaga Cita merupakan fokus Telkomsel untuk pemberdayaan talenta sekjaligus memperluas akses digital untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Sepanjang tahun 2025, perusahaan telah melayani 156,1 juta pelanggan mobile dan 10,3 juta pengguna IndiHome B2C yang ditopang oleh lebih dari 293 ribu BTS, termasuk menjangkau 360 desa blank spot.

Selain membina 90 ribu pelajar, UMKM, dan talenta muda melalui program digital, Telkomsel juga fokus meningkatkan kapabilitas internal karyawannya di bidang keahlian kritikal seperti AI, cybersecurity, dan data science.

2. Dengan Jaga Data Telkomsel menjaga kepercayaan publik, memastikan layanannya aman dan bertanggung jawab. Sistem manajemen informasi perusahaan kini telah memperkuat tata kelolanya dengan mengantongi standar internasional ISO 27001, ISO 27701, dan ISO 25010 untuk perlindungan data serta siber yang andal.

Read Entire Article
| | | |