Hati-hati, Jamur di Dinding Rumah Bisa Picu Masalah Pernapasan

1 hour ago 3

CNN Indonesia

Selasa, 02 Jun 2026 23:30 WIB

Hati-hati, Jamur di Dinding Rumah Bisa Picu Masalah Pernapasan Ilustrasi. Dalam banyak kasus, paparan jamur di tembok rumah lebih sering memicu atau memperburuk gejala pernapasan. (iStockphoto/Ekaterina79)

Jakarta, CNN Indonesia --

Dinding lembap dan bercak jamur di rumah sering dibiarkan karena dianggap hanya mengganggu tampilan. Selama tidak berbau menyengat atau tidak terlalu luas, banyak orang menunda untuk membersihkannya.

Kenyataannya jamur di dinding bukan cuma bikin rumah terlihat kusam. Di ruangan yang lembap dan ventilasinya buruk, spora jamur bisa ikut beterbangan di udara lalu terhirup.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Picu gangguan pernapasan

Dalam banyak kasus, paparan jamur di rumah lebih sering memicu atau memperburuk gejala pernapasan, seperti batuk, mengi, hidung tersumbat, hingga asma kambuh.

Melansir Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam pedoman indoor air quality menyebut bahwa kondisi rumah yang lembap dan berjamur berkaitan dengan meningkatnya gejala saluran napas, asma, hingga infeksi pernapasan.

Temuan serupa juga muncul dalam berbagai studi terbaru. Studi tentang residential mold and dampness pada anak menunjukkan hubungan dengan infeksi saluran pernapasan (respiratory tract infections/RTIs).

Hal ini menunjukkan jamur di rumah bukan sekadar memicu alergi, tetapi juga bisa berkaitan dengan peradangan atau infeksi ringan di saluran napas.

Bagaimana jamur bisa memengaruhi paru?

Jamur berkembang di tempat lembap dan menghasilkan spora yang sangat kecil. Spora ini bisa terhirup tanpa disadari dan masuk ke saluran pernapasan.

Mengutip Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sebagian besar orang sebenarnya menghirup spora jamur setiap hari tanpa mengalami masalah. Efeknya bisa berbeda tergantung kondisi tubuh.

Pada orang yang sehat, paparan jamur biasanya hanya menimbulkan iritasi atau reaksi alergi. Tapi pada kelompok tertentu, paparan ini bisa berkembang menjadi masalah yang lebih serius.

Infeksi paru akibat jamur memang lebih jarang, tetapi bisa terjadi, terutama pada orang dengan kondisi tertentu.

Salah satu contoh adalah aspergillosis, infeksi paru yang disebabkan oleh jamur Aspergillus. Studi bertajuk Aspergillus and the Lung menjelaskan bahwa jenis penyakit yang muncul sangat bergantung pada kondisi paru dan sistem imun seseorang.

Aspergillosis biasanya terjadi setelah seseorang menghirup spora jamur, dan paling sering menyerang paru-paru.

Tidak semua orang memiliki risiko yang sama. Beberapa kelompok yang lebih rentan antara lain:

  • orang dengan daya tahan tubuh lemah (misalnya pasien kemoterapi atau transplantasi)
  • penderita asma
  • orang dengan penyakit paru kronis seperti COPD atau bronkiektasis
  • bayi dan lansia
  • penghuni rumah dengan kelembapan tinggi dalam jangka panjang

Pada kelompok ini, paparan jamur dari lingkungan bisa meningkatkan risiko infeksi atau memperburuk kondisi yang sudah ada. Jika di rumah terdapat jamur, perhatikan beberapa gejala berikut:

  • batuk yang tidak kunjung hilang
  • mengi atau napas berbunyi
  • sesak napas
  • hidung tersumbat atau iritasi
  • gejala asma yang memburuk
  • demam atau batuk berat pada orang dengan imun lemah

Jika gejala muncul dan menetap, sebaiknya segera periksa ke tenaga medis. Jamur di dinding memang bisa berhubungan dengan masalah paru, tetapi dampaknya tidak selalu sama pada setiap orang.

(anm/fef)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |