Jakarta, CNN Indonesia --
Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan membekukan sementara perdagangan (trading halt) di pasar modal pada Rabu (28/1), pukul 13:43:13 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS).
Perdagangan akan dilanjutkan pada pukul 14:13:13 waktu JATS tanpa ada perubahan jadwal perdagangan.
"Tindakan ini dilakukan karena terdapat penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai 8%," ujar Sekretaris Perusahaan BEIKautsar Primadi Nurahmad dalam keterangan resmi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kautsar mengungkapkan upaya ini dalam rangka menjaga perdagangan saham agar senantiasa teratur, wajar, dan efisien sesuai dengan Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas dan diatur lebih lanjut pada Surat Keputusan Direksi BEI nomor Kep-00002/BEI/04-2025.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus merosot sejak dibuka pada perdagangan hari ini. Pada penutupan perdagangan sesi pertama, indeks saham sempat anjlok7,34 persen ke level 8.321.
Berdasarkan data RTI Infokom, sepanjang sesi pertama perdagangan, sebanyak 764 saham rontok alias melemah, 30 masih bisa naik, sedangkan 10 lainnya stagnan.
Kemudian, pada pukul 13.43, IHSG tersungkur 8 persen ke 8.261.
Dalam keterangan terpisah, Kautsar mengatakan ambruknya IHSG terkait dengan pengumuman dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) pagi ini.
"OJK, IDX, dan KSEI akan terus melalukan diskusi dengan MSCI," kata Kautsar dalam keterangan resmi.
Menurutnya, BEI telah melakukan peningkatan keterbukaan dengan penyampaikan pengumuman data free float di website BEI.
"Namun jika dirasakan MSCI belum cukup, kami akan terus melakukan diskusi atas transparansi data sesuai proposal MSCI untuk menemukan kesepakatan," ujarnya.
Melansir CNBC Indonesia, dalam pengumuman terbarunyaMSCI memutuskan untuk membekukan sementara perlakuan indeks untuk saham-saham Indonesia. Hal itu menyusul kekhawatiran akan isu free float dan aksesibilitas pasar.
MSCI memilih menerapkan interim freeze yang berlaku segera. Kebijakan MSCIitu mencakup pembekuan seluruh kenaikan bobot saham Indonesia, penghentian penambahan saham baru ke dalam indeks MSCI, serta tidak adanya kenaikan kelas saham di seluruh segmen indeks.
"Langkah ini diambil untuk membatasi risiko turnover indeks dan menjaga akses investability," tulis MSCI dalam keterangannya.
(del/sfr)


















































