Ilmuwan Uji Wol Domba untuk Perlambat Pencairan Gletser

1 hour ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Para ilmuwan sedang melakukan eksperimen unik di Pegunungan Alpen untuk melihat apakah wol domba dapat digunakan untuk memperlambat pencairan gletser, menggantikan terpal sintetis geotekstil yang tidak ramah lingkungan.

Selama bertahun-tahun, untuk menghindari pencairan akibat pemanasan global, lapisan es yang terbentuk ribuan tahun di Alpen diselimuti dengan hamparan terpal sintetis untuk memantulkan sinar Matahari dan mengurangi penyerapan panas.

Namun, terpal penutup tersebut biasanya dibuat dari plastik dan dapat mencemari lingkungan dengan serat mikroplastik yang dilepaskan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melansir Reuters pada Kamis (3/9), proyek "Keep It Wool" dari kelompok lingkungan Summit Foundation dan University of Lausanne meneliti apakah wol domba dapat dimanfaatkan untuk memperlambat pencairan Gletser Tsanfleuron di Swiss bagian barat.

Musim panas ekstrem tahun ini telah mencairkan salju di gletser lebih cepat beberapa minggu dari biasanya, ini menyebabkan lebih banyak pencairan es yang dapat menjadi penyebab longsoran batu seperti yang menghancurkan desa Blatten pada tahun 2025 dan memicu banjir bandang seperti yang terjadi beberapa waktu lalu di Nepal.

Manajer Proyek Timothee Steiner mengatakan bahwa timnya bertujuan untuk mencari bahan alternatif yang lebih ramah lingkungan dan dapat terurai secara alami untuk menangani masalah ini. Selain itu, eksperimen ini juga bertujuan untuk memanfaatkan wol Swiss yang 40-70 persennya dibuang setiap tahun.

Ide proyek tersebut dikemukakan oleh empat mahasiswa magister yang juga sedang berupaya untuk mengujinya.

Pada bulan Juni, dua prototipe selimut wol buatan perusahaan Swiss Fisolan dibentangkan di atas lahan seluas 200 meter persegi di Gletser Tsanfleuron. Sepanjang musim panas, para peneliti membandingkan kinerja selimut tersebut dengan terpal sintetis konvensional. Hasil awal sementara ini telah melampaui ekspektasi.

Steiner mengatakan bahwa pengukuran yang dilakukan setiap dua minggu sekali menunjukkan bahwa penutup wol mampu memperlambat pencairan sebaik terpal sintetis. Niklaus Saegesser dari Fisolan mengatakan dia juga terkejut dengan daya tahan material tersebut.

"Saya kira material itu tidak akan cukup stabil," katanya.

Namun, para pendukung dan pengembang proyek tersebut tetap menekankan bahwa selimut wol bukanlah solusi utama untuk mengatasi pemanasan global. Lagipula, hanya sekitar 0,02 persen permukaan gletser Swiss yang ditutupi oleh lapisan pelindung, sementara yang lainnya belum teratasi.

Para ilmuwan telah mengungkapkan bahwa satu-satunya cara jangka panjang untuk memperlambat pencairan es adalah tetap dengan mengurangi emisi gas rumah kaca, terutama pada penggunaan bahan bakar fosil.

(fta/dmi)

Read Entire Article
| | | |