Indonesia vs Iran dan Kisah Tentara Sparta Gempur Kekaisaran Persia

3 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

"Spartans! Ready your breakfast and eat earthy. Because tonight, we dine in hell!"


Raja Leonidas I memimpin 300 bala tentara Sparta melawan 120 ribu pasukan Kekaisaran Persia. Tak ada rasa gentar meski sadar kekuatan tak seimbang saat dipandang dari balik pendar.

Leonidas, begitu dikisahkan, enggan menyerahkan Tanah Air kepada Kaisar Xerxes I, pemimpin Persia pada abad kelima sebelum masehi. Bertarung sampai titik darah penghabisan, kira-kira seperti itu inti cerita film '300' gubahan sutradara Zack Snyder pada 2006 lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tanpa melihat akhir cerita film itu, ada benang merah antara laga Timnas Futsal Indonesia vs Iran pada final AFC Futsal 2026 di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu (7/2). Skuad Garuda yang baru pertama kali menapak partai puncak menghadapi Team Melli dengan status Raja Futsal Asia.

Persia, yang kini dikenal sebagai Iran, berjaya lewat olahraga. Dalam konteks futsal, mereka sudah juara 13 kali dari 17 edisi Piala Futsal Asia. Hanya Jepang yang sedikit mengganggu dominasi dengan torehan empat gelar.

Ada peluang juara baru di Piala Asia Futsal setelah lingkaran gelar berputar di situ-situ saja. Tidak ada jaminan Iran sudah pasti kembali duduk manis di atas takhta. Indonesia punya kesempatan dan harus memperjuangkannya.

Mimpi juara di Asia kini bukan pepesan kosong. Penampilan meyakinkan tim asuhan Hector Souto jadi faktor kuat dalam upaya mencegat tim hebat. Mereka sudah membuktikannya.

Mochammad Iqbal dan kawan-kawan tak terkalahkan di babak penyisihan dengan rincian dua kemenangan menang dan satu kali imbang. Korea Selatan kena hajar 5-0 dan Kirgistan disikat 5-3. Hanya Irak yang sedikit mengganjal dengan imbang 1-1.

Rintangan sempat kembali nyata lawan Vietnam. Namun kemenangan 3-2 atas negeri tetangga membawa langkah ke babak empat besar menghadapi raksasa bernama Jepang.

Pertempuran epik itu harus dilewati hingga berdarah-darah dalam arti harfiah. Mulut Rio Pangestu yang kena sikut kapten Jepang Shimizu Kazuya jadi saksinya.

Tapi hasilnya, Indonesia menang 5-3. Pertama kalinya dalam sejarah lolos ke semifinal dan pertama kali pula melaju ke final. Monumental.

Bisa menumbangkan Jepang, yang sebelumnya nampak seperti kemustahilan justru berubah jadi kenyataan. Kini gelar juara hanya berjarak satu pertandingan.

Tunggu apa lagi?

Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>


Read Entire Article
| | | |