CNN Indonesia
Jumat, 13 Feb 2026 15:30 WIB
Ilustrasi. Ada beberapa gejala keracunan pestisida. (istockphoto/Kiwis)
Jakarta, CNN Indonesia --
Kasus pencemaran lingkungan akibat terbakarnya gudang pestisida milik PT Biotek Saranatama di Tangerang, Banten kini ramai diperbincangkan.
Akibat kebakaran tersebut, sekitar 2,5 ton pestisida hanyut hingga bermuara ke aliran Sungai Cisadane.
Dampaknya, cemaran bahan kimia tersebut membuat biota air seperti ikan mati keracunan. Sungai Cisadane sendiri juga merupakan air baku dari perusahaan daerah air minum (PDAM) di kota dan kabupaten Tangerang, yang semakin menimbulkan kekhawatiran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahaya paparan pestisida
Pestisida sendiri merupakan jenis sipermetrin dan profonefos atau racun yang umum digunakan untuk mengendalikan hama tanaman.
Menukil laman Pesticide Action Network UK, pestisida bersifat toksik. Paparan pestisida dapat menyebabkan sejumlah efek kesehatan.
Lebih jauh lagi, pestisida disebut dapat memicu berbagai penyakit serius, mulai dari masalah pernapasan hingga kanker.
Setidaknya, ada dua jenis keracunan pestisida: akut dan kronis. Pada kasus akut, pestisida dapat menyebabkan efek fatal setelah satu kali tertelan, terhirup, atau kontak dengan kulit.
Sementara pada kasus kronis, paparan pestisida dapat menyebabkan masalah dalam jangka lama. Biasanya, masalah muncul saat terjadi paparan berulang.
Paparan pestisida kronis telah dikaitkan dengan perkembangan penyakit Parkinson, asma, depresi, ADHD, hingga kanker.
Selain itu, pestisida juga dianggap bisa mengganggu hormon endokrin. Efek ini dapat bermanifestasi ke dalam berbagai kondisi, seperti berikut:
- penurunan kesuburan,
- pubertas dini,
- diabetes dan obesitas,
- gangguan neurologis,
- hipertiroid dan hipotiroid.
Pestisida juga dianggap bisa bersifat karsinogenik atau memicu pertumbuhan sel kanker. Kanker darah dan limfoma non-Hodgkin merupakan dua dari beberapa jenis kanker akibat paparan pestisida.
Gejala keracunan pestisida
Pada dasarnya, gejala keracunan pestisida mirip dengan kasus keracunan lain.
Mengutip laman Cornell University, berikut beberapa gejalanya.
Keracunan ringan:
- pusing-sakit kepala,
- kelelahan,
- gelisah,
- berkeringat,
- mual-muntah,
- diare,
- kehilangan nafsu makan,
- perubahan suasana hati,
- nyeri sendi,
- iritasi kulit, mata, hidung, dan tenggorokan.
Keracunan sedang atau mild:
- mual,
- diare,
- air liur berlebih,
- kram perut,
- keringat berlebih,
- gemetar,
- kedutan otot,
- kelelahan ekstrem,
- penglihatan kabur,
- sulit bernapas,
- denyut nadi cepat,
- kulit kemerahan atau kuning.
Keracunan berat atau akut:
- demam,
- rasa haus yang hebat,
- napas cepat,
- muntah,
- kedutan yang tidak terkendali,
- pupil mengecil,
- kejang,
- pingsan.
(asr)
















































