Jakarta, CNN Indonesia --
Menjaga kesehatan gigi sejak dini penting, tetapi tak sedikit anak yang takut atau cemas jika diajak berkunjung ke dokter gigi. Sebagai orang tua, Anda harus tahu bagaimana cara mengatasi anak takut ke dokter gigi.
Kecemasan menjadi salah satu penyebab anak takut ke dokter gigi, misalnya sebelumnya pernah memiliki pengalaman negatif dengan dokter gigi. Bisa juga anak menyerap rasa takut atau cemas dari orang di sekelilingnya, sehingga memiliki kecenderungan alami untuk cemas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Merangkum dari berbagai sumber, berikut ini sejumlah cara mengatasi anak takut ke dokter gigi yang dapat membantu mengurangi kecemasannya:
1. Mulailah sejak dini
Ilustrasi. Memperkenalkan sejak dini bisa jadi cara mengatasi anak takut ke dokter gigi. (istockphoto/ArtistGNDphotography)
Memperkenalkan anak ke dokter gigi sejak usia dini dapat mengurangi rasa takut berlebih di kemudian hari. Sebagian besar ahli menyarankan untuk membawa anak menjalani pemeriksaan gigi saat gigi susu pertamanya tumbuh atau saat berusia satu tahun.
Namun, Anda juga bisa mencoba untuk mengajak anak saat Anda akan periksa gigi. Hal tersebut dapat membuat anak Anda akrab dengan lingkungan baru.
2. Pilih waktu kunjungan yang tepat
Suasana hati anak mungkin berubah-ubah sepanjang hari. Oleh karena itu, jadwalkan kunjungan pada waktu di mana mereka sudah cukup istirahat, tenang, dan kenyang.
3. Jelaskan apa yang terjadi
Beri tahu anak secara jelas mengenai apa yang akan mereka alami saat bertemu dokter gigi. Selain itu, jawablah pertanyaan yang mereka miliki.
Hindari penggunaan kata-kata yang menakutkan seperti sakit, nyeri atau suntikan. Jangan pula ketakutan Anda menular pada si kecil. Bersikaplah jujur tetapi tetap menjaga suasana agar terasa menyenangkan dan positif.
4. Baca buku dan tonton video bersama
Luangkan waktu pada minggu-minggu menjelang kunjungan untuk membaca buku anak-anak dan menonton video tentang kunjungan ke dokter gigi. Hal ini dapat membantu anak memahami apa yang akan terjadi dan membuat sosok dokter gigi tidak terlihat menakutkan.
5. Bermain peran sebagai dokter gigi di rumah
Bergantianlah bermain peran sebagai dokter gigi di rumah. Biarkan anak berperan sebagai dokter gigi maupun pasien.
Berlatihlah menggunakan mainan peralatan dokter gigi, duduk di kursi besar, buat suara-suara lucu, membuka dan menutup mulut, serta membersihkan dan menghitung gigi.
6. Lakukan kunjungan rutin ke dokter gigi
Mengutip Nature, makin terbiasa anak dengan dokter gigi, pengalaman tersebut akan makin tidak menakutkan. Pemeriksaan rutin dapat membantu membuat kunjungan ke dokter gigi terasa sebagai bagian wajar dari kehidupan sehari-hari dan tidak perlu dikhawatirkan.
7. Berikan contoh sikap yang positif
Anak-anak peka terhadap cara orang dewasa membicarakan sesuatu. Jadi, usahakan agar percakapan mengenai dokter gigi tetap bernada positif dan santai. Jika Anda tetap tenang, mereka pun cenderung akan merasa lebih aman.
8. Rayakan keberhasilan kecil
Tidak ada salahnya Anda merayakan keberhasilan yang dilakukan si kecil, baik itu saat mereka menyikat gigi tanpa rewel maupun berhasil menjalani pemeriksaan.
Sedikit pujian bisa memberikan dampak besar untuk kepercayaan diri anak. Membangun kenangan positif seputar perawatan gigi dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri mereka seiring berjalannya waktu.
Itulah sejumlah cara mengatasi anak takut ke dokter gigi. Semoga si kecil tak lagi takut pergi ke dokter gigi.
(glo/rti)

















































