Iran Kirim Proposal Gencatan Senjata Baru ke AS, Begini Respons Trump

14 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan tim keamanan disebut tengah membahas proposal gencatan senjata terbaru yang disodorkan Iran lewat mediator pekan ini.

Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt membenarkan pembahasan proposal baru tersebut. Namun, dia tak merinci hasil rapat itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada diskusi pagi ini yang tidak ingin saya ungkapkan lebih dulu, dan saya yakin Anda akan segera mendengar langsung dari presiden tentang topik ini," kata Leavitt, dikutip Reuters.

Namun seorang pejabat pemerintah AS mengatakan Trump tak senang dengan proposal itu, karena tidak membahas program nuklir Iran. 

"Dia tidak menyukai proposal itu," kata pejabat itu secara anonim.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan Iran sedang mencoba mengulur waktu.

"Kita tidak bisa membiarkan mereka lolos begitu saja," kata dia saat wawancara dengan Fox News. Rubio lalu menyindir Iran punya negosiator yang sangat baik dan berpengalaman sehingga AS harus lebih cermat.

"Kita harus memastikan bahwa setiap kesepakatan yang dibuat, setiap perjanjian yang disepakati, adalah kesepakatan yang benar-benar mencegah mereka untuk bergegas menuju senjata nuklir kapan pun," imbuh dia.

Iran telah mengirimkan proposal gencatan senjata baru ke AS melalui Pakistan sebagai negara mediator. Proposal baru itu fokus untuk menyelesaikan krisis di Selat Hormuz dan blokade AS sehingga pengiriman barang melalui rute tersebut bisa lancar.

Namun, proposal baru Iran tak mencakup negosiasi nuklir. Persoalan ini akan dibahas di tahap selanjutnya usai perang selesai.

Sebagai bagian dari proposal, gencatan senjata akan diperpanjang untuk jangka waktu yang lama atau pihak-pihak yang bertikai akan menyepakati pengakhiran perang secara permanen.

Sumber-sumber di Iran mengatakan, berdasarkan proposal tersebut, negosiasi akan dilakukan bertahap.

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengakhiri perang AS-Israel di Iran dan memberi jaminan Washington tak bisa memulai perang lagi.

Kemudian, para negosiator akan menyelesaikan blokade AS dan nasib Selat Hormuz, yang ingin dibuka kembali oleh Iran di bawah kendali mereka.

Barulah setelah itu pembicaraan akan membahas isu-isu lain, termasuk perselisihan mengenai program nuklir Iran.

(isa/dna)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |