Israel Ancam AS soal Iran: Mereka Tak Paham Berhadapan dengan Siapa

5 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Israel mewanti-wanti negaranya dan Amerika Serikat "akan saling bertabrakan" terkait kesepakatan Washington dan Iran untuk mengakhiri perang.

Menteri Kebudayaan dan Olahraga Israel Miki Zohar berkoar-koar perjanjian AS-Iran itu tidak akan menyelesaikan kekhawatiran Washington dan Tel Aviv mengenai program nuklir Teheran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berbicara dalam Konferensi Pemerintahan Daerah di Tel Aviv, Zohar mengkritik cara AS menangani negosiasi dengan Iran dan memperingatkan bahwa "langkah Amerika Serikat saat ini terkait isu Iran tidak baik."

"Mereka tidak memahami dengan siapa mereka sedang berhadapan," ujar Zohar, seperti dikutip situs berita Israel, Ynet.

"Amerika Serikat akan berada di jalur tabrakan dengan Israel dalam waktu dekat, dan respons kami terhadap AS tidak akan otomatis (begitu saja)," tambahnya.

Zohar bahkan memperingatkan perbedaan pandangan antara Washington dan Tel Aviv terkait Iran dapat semakin dalam dan menguji relasi kedua negara dalam waktu mendatang.

"Kepentingan keamanan kami akan menentukan langkah militer yang akan diambil," tutur Zohar lagi seperti dikutip The Middle East Monitor.

Menteri tersebut juga menyatakan keraguannya terhadap efektivitas nota kesepahaman (MoU) antara AS dan Iran yang baru diteken dan diresmikan di Swiss baru-baru ini. MoU itu bertujuan mengakhiri perang yang pecah antara AS-Iran sejak 28 Februari lalu.

"Menurut saya, kesepakatan AS tidak akan menyelesaikan masalah senjata nuklir, dan fase perang akan kembali lebih cepat daripada yang diperkirakan banyak orang," katanya.

Pernyataan Zohar muncul di tengah kritik di Israel terhadap pemerintahan Presiden AS Donald Trump yang meningkat soal Iran, terutama setelah Washington menandatangani MoU dengan Teheran.

Sejumlah pejabat Israel mempertanyakan apakah kesepakatan tersebut benar-benar mampu mencegah Teheran melanjutkan pengembangan program nuklirnya. Sementara itu, AS berpendapat bahwa perjanjian tersebut bertujuan meredakan ketegangan dan mencegah pecahnya konfrontasi militer yang lebih luas.

Pekan lalu, Wakil Presiden AS JD Vance melontarkan kritik tajam terhadap para menteri di Israel, termasuk ke Perdana Menteri Benjamin Netanyahu karena menentang kesepakatan AS-Iran tersebut.

Trump juga blak-blakan mengaku frustrasi menghadapi Netanyahu yang dicapnya mempersulit perundingan AS-Iran. Trump bahkan mengaku Israel harusnya berterima kasih kepadanya karena tanpa dia, tidak akan ada negara Israel hari ini.

(rds/rds)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |