Israel Pakai Buldoser Hancurkan Kantor UNRWA di Yerusalem Timur

2 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Israel menghancurkan sejumlah bangunan di kompleks kantor pusat Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk pengungsi Palestina (UNRWA) di Yerusalem Timur menggunakan buldoser.

Langkah ini dilakukan seiring pemerintah Israel yang memperketat tindakan terhadap organisasi kemanusiaan, yang memberikan bantuan kepada warga Palestina di Gaza.

UNRWA menyatakan pada Selasa (20/1) bahwa pasukan Israel telah menyita peralatan milik staf serta memaksa mereka keluar dari markas di kawasan Sheikh Jarrah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini adalah serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, bukan hanya terhadap UNRWA dan kantor-kantornya. Ini merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan hak istimewa serta kekebalan PBB," demikian pernyataan tersebut, seperti dikutip Al Jazeera.

Pada hari yang sama, pasukan Israel menembakkan gas air mata ke sebuah sekolah kejuruan Palestina, dalam insiden kedua yang menargetkan fasilitas PBB di Yerusalem Timur yang diduduki.

Sebelumnya, sejumlah sumber lokal melaporkan sekelompok tentara Israel, yang didukung dengan buldoser, menyerbu kompleks UNRWA setelah menutup akses jalan di sekitarnya.

Menurut kantor berita Palestina Wafa, tentara Israel meningkatkan kehadiran militernya di daerah itu dan mulai menghancurkan sejumlah bangunan di dalam kompleks tersebut.

Sementara itu, kepala UNRWA Philippe Lazzarini, mengatakan sejumlah anggota parlemen dan pejabat pemerintah Israel turut hadir di lokasi. Ia menilai serangan itu terjadi setelah berbagai langkah yang diambil otoritas Israel untuk menghapus identitas pengungsi Palestina.

Lazzarini juga memperingatkan bahwa apa yang dialami UNRWA saat ini bisa menimpa operasi internasional atau misi diplomatik lain di masa depan, di mana pun di dunia.

Israel selama ini berulang kali menyerang UNRWA dengan tudingan adanya keberpihakan kepada Palestina dan dugaan hubungan dengan Hamas. Namun hal tersebut tidak disertakan bukti, sehingga tuduhan tersebut dibantah oleh badan PBB tersebut.

Kementerian Luar Negeri Israel menyatakan pembongkaran fasilitas UNRWA merupakan tindak lanjut dari undang-undang baru yang melarang badan tersebut beroperasi.

Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir mengaku ikut mendampingi tim ke lokasi markas UNRWA dan menyebut peristiwa itu sebagai "hari bersejarah".

Israel menuai kecaman internasional setelah larangan terhadap puluhan organisasi bantuan internasional yang memberikan bantuan penyelamatan jiwa bagi warga Palestina di Jalur Gaza mulai diberlakukan.

Pemerintah Israel telah mencabut izin operasional 37 kelompok bantuan, termasuk Doctors Without Borders (MSF) dan Norwegian Refugee Council, dengan alasan tidak mematuhi aturan baru.

Melaporkan dari Ramallah, Tepi Barat yang diduduki, jurnalis Al Jazeera Nida Ibrahim mengatakan eskalasi ini terjadi setelah berbulan-bulan tindakan keras pasukan Israel di Gaza.

Ia juga menambahkan perkembangan itu muncul menjelang peringatan satu tahun serangan besar Israel ketiga kamp pengungsi Palestina dan setelah operasi berskala besar di Hebron.

"Pasukan Israel telah mulai menghancurkan rumah-rumah dan jalan-jalan dalam apa yang oleh banyak orang disebut sebagai upaya untuk mengubah simbolisme kamp-kamp ini dan apa yang mereka wakili, yaitu identitas Palestina dan hak Palestina untuk kembali ke rumah mereka yang telah mereka tinggalkan," ujar Ibrahim.

(rnp/dna)

Read Entire Article
| | | |