Jakarta, CNN Indonesia --
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sejumlah wilayah di Indonesia mengalami cuaca panas selama akhir pekan kemarin, dengan suhu udara cukup tinggi.
Berdasarkan pemantauan BMKG, dalam pemantauan suhu maksimum harian periode 14 Maret 2026 pukul 07.00 WIB hingga 15 Maret 2026 pukul 07.00 WIB, wilayah Jakarta menjadi daerah dengan suhu tertinggi yang teramati dalam periode tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suhu maksimum di Jakarta mencapai 35,6 derajat Celsius tercatat di Stasiun Meteorologi Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur.
Data BMKG menunjukkan sejumlah daerah lain juga mengalami suhu tinggi di atas 34 derajat Celsius, tersebar di Pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.
Berikut 10 wilayah dengan suhu maksimum tertinggi di Indonesia berdasarkan pengamatan BMKG:
- Halim Perdana Kusuma TNI AU, Jakarta Timur, DKI Jakarta - 35,6 derajat Celcius
- Balai Besar MKG Wilayah II, Ciputat, Banten - 35,5 derajat Celcius
- Staklim Banten, Tangerang, Banten - 35,4 derajat Celcius
- Stamet Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah - 35,2 derajat Celcius
- Stamet Pangsuma, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat - 35,2 derajat Celcius
- Stamet Iskandar, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah - 35,2 derajat Celcius
- Stamet Nangapinoh, Melawi, Kalimantan Barat - 34,8 derajat Celcius
- Stamet H. Asan, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah - 34,6 derajat Celcius
- Stamet Tanah Merah, Boven Digoel, Papua - 34,6 derajat Celcius
- Stageof Deli Serdang, Sumatera Utara - 34,5 derajat Celcius
Secara umum, suhu maksimum di atas 34 derajat Celsius memang cukup sering terjadi di berbagai wilayah Indonesia saat kondisi atmosfer mendukung pemanasan permukaan.
BMKG mencatat suhu maksimum tinggi dapat menyebar luas di banyak wilayah ketika radiasi Matahari dominan dan tutupan awan berkurang.
Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani mengatakan peningkatan suhu di Jakarta memang teramati dalam beberapa hari terakhir.
"Data dari Pos Pengamatan Kemayoran, Tanjung Priok, dan Halim Perdana Kusuma menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan suhu maksimum, dari kisaran 29-30 derajat Celcius pada periode 5-8 Maret 2026 menjadi sekitar 31-33 derajat Celcius pada periode 9-11 Maret 2026," katanya kepada CNNIndonesia.com, Kamis (12/3).
Menurut Andri, peningkatan suhu tersebut dipicu oleh dinamika atmosfer. Salah satunya adalah aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang sebelumnya berada di sekitar wilayah Indonesia kini bergerak ke arah timur sehingga pembentukan awan hujan di wilayah Jakarta berkurang.
Selain itu, Monsun Asia juga dilaporkan melemah sehingga suplai massa udara lembap yang biasanya memicu pembentukan awan hujan tidak sekuat sebelumnya.
"Akibatnya, pada siang hari radiasi Matahari lebih dominan sehingga suhu terasa lebih panas," terangnya.
Meski demikian, kelembapan udara di wilayah Jakarta masih relatif tinggi sehingga pembentukan awan dan hujan tetap dapat terjadi meskipun tidak merata.
BMKG mencatat hujan masih terjadi di beberapa wilayah Jakarta pada siang hingga sore hari. Pada 10 Maret misalnya, curah hujan tertinggi tercatat di Jakarta Selatan mencapai 40 mm per hari, sedangkan pada 11 Maret hujan tertinggi terjadi di Jakarta Timur sebesar 18,8 mm per hari.
Menurut Andri, pola hujan yang cenderung muncul pada siang hingga sore hari ini merupakan salah satu indikasi awal periode peralihan musim.
"Oleh karena itu, meskipun pada siang hari cuaca dapat terasa cukup terik, potensi hujan lokal pada sore atau malam hari masih tetap ada," tandasnya.
(wpj/dmi)
Add
as a preferred source on Google


















































