Jalan Provinsi di Kabupaten Agam Amblas, Akses ke Bukittinggi Terputus

3 hours ago 8

Jakarta, CNN Indonesia --

Akses jalan provinsi yang menghubungkan Padang Koto Gadang, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, dengan Kota Bukittinggi terputus untuk kendaraan roda empat setelah sebagian badan jalan amblas akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Rabu (24/6) siang.

Kapolres Agam AKBP Muari menjelaskan, titik kerusakan berada di kawasan Labuah Sampiak, Jorong Gunggun, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB.

"Kondisi badan jalan terban dengan kedalaman 15 meter dan pada bagian lain ada perbukitan, sehingga tidak bisa dilalui kendaraan roda empat dan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua," katanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Muari, ruas tersebut merupakan jalur utama yang menghubungkan Padang Koto Gadang dengan sejumlah kecamatan di Kabupaten Agam serta Kota Bukittinggi.

Karena itu, masyarakat diminta terus memantau kondisi terkini sebelum melintasi lokasi.

Ia mengimbau masyarakat yang akan melewati ruas jalan tersebut untuk memonitor perkembangan situasi, karena badan jalan terban akibat longsor, sehingga hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.

Tak hanya itu, jalur lingkar atau jalan kabupaten yang menghubungkan Koto Alam, Kecamatan Palembayan, menuju Lubuk Basung melalui Batu Kambing, Kecamatan Ampek Nagari, juga belum dapat dilintasi kendaraan roda empat.

"Sementara ini tidak ada jalan alternatif, karena jalan lingkar di Batu Kambing juga tidak bisa dilalui kendaraan roda empat," katanya.

Pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Agam agar penanganan dan perbaikan jalan dapat segera dilakukan. Pasalnya, dua akses utama menuju Palembayan kini sama-sama tidak bisa dilalui kendaraan roda empat.

Muari menambahkan, pemerintah daerah bersama warga akan berupaya membuat saluran air untuk mengurangi aliran yang terus menggerus badan jalan dan memicu longsor di tebing sekitar.

"Harus dipercepat pembuatan saluran air, agar tidak mengikis tebing jalan. Mengingat jalan provinsi, telah dilaporkan ke Pemprov Sumbar supaya segera membuat jalan alternatif," katanya.

Sementara itu, Wali Nagari Salareh Aia Rizal Islami menyebut amblasnya jalan dipicu hujan deras yang terjadi sejak Rabu pagi.

"Badan jalan hanya tinggal beberapa meter karena beberapa kali terban usai bencana hidrometeorologi melanda daerah itu akhir November 2025," katanya.

Rizal mengungkapkan, lokasi tersebut memang sudah beberapa kali mengalami kerusakan. Sebelumnya, badan jalan amblas akibat banjir bandang pada akhir November 2025. Kondisi serupa kembali terjadi pada April 2026 hingga lebar jalan yang tersisa hanya sekitar dua meter sebelum akhirnya kembali tergerus pada kejadian terbaru ini.

(antara/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |