CNN Indonesia
Jumat, 20 Feb 2026 03:30 WIB
Ilustrasi. Menjaga tekanan darah tetap stabil saat puasa jadi tantangan bagi penderita hipertensi, terutama ketika pola makan saat sahur dan berbuka tidak terkontrol. (istockphoto/ibnjaafar)
Jakarta, CNN Indonesia --
Menjaga tekanan darah tetap stabil saat berpuasa menjadi tantangan tersendiri bagi penderita hipertensi, terutama ketika pola makan saat berbuka dan sahur tidak terkontrol.
Konsumsi garam berlebih, makanan olahan, hingga kebiasaan makan yang keliru bisa memicu lonjakan tekanan darah secara tiba-tiba.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dokter spesialis gizi, Johanes Chandrawinata menegaskan bahwa kunci utama puasa aman bagi penderita hipertensi terletak pada pengaturan asupan garam dan pemilihan makanan yang tepat baik saat berbuka maupun sahur.
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan penderita hipertensi agar tekanan darah tetap terkontrol selama puasa.
1. Batasi asupan garam
Penderita hipertensi harus secara sadar membatasi konsumsi garam selama berpuasa. Garam berlebih dapat meningkatkan tekanan darah dan memperberat kerja jantung.
"Hindari makanan yang banyak mengandung garam, seperti kerupuk, keripik, ikan asin, telur asin ya, dan juga makanan kalengan," kata Johanes saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (10/2).
Makanan olahan, menurut Johanes, umumnya mengandung garam dalam jumlah tinggi. Jika dikonsumsi berulang, risiko tekanan darah naik menjadi lebih besar, terutama saat tubuh sedang beradaptasi dengan perubahan pola makan selama puasa.
2. Tetap konsumsi obat secara rutin
Selain menjaga pola makan, penderita hipertensi tetap harus disiplin menjalani pengobatan. Puasa bukan alasan untuk menghentikan konsumsi obat.
Penyesuaian waktu minum obat sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter agar tekanan darah tetap terkontrol sepanjang hari.
3. Perbanyak konsumsi buah
Untuk membantu menurunkan tekanan darah secara alami, Johanes menganjurkan konsumsi buah segar secara rutin. Buah-buahan mengandung kalium yang berperan menetralkan efek natrium terhadap tekanan darah.
"Buah-buahan ini banyak mengandung kalium yang dapat menurunkan efek buruk dari natrium terhadap tekanan darah," ujarnya.
Buah dapat dikonsumsi setelah salat tarawih maupun saat sahur dengan porsi yang tetap terkontrol. Johanes menyarankan, satu porsi buah berukuran sekitar kepalan tangan pria dewasa.
Namun, ia mengingatkan agar buah tidak dikonsumsi dalam bentuk jus. Pasalnya, buah yang dikonsumsi dalam bentuk jus cenderung tinggi gula, tapi rendah serat.
"Padahal seratnya dibuang-buang. Serat itu penting untuk membuat kita merasa cepat kenyang dan juga penting untuk membantu kita lancar buang air besar," katanya.
Dengan memperhatikan pola makan, penderita hipertensi tetap dapat menjalani puasa dengan aman. Menghindari makanan tinggi garam, mengonsumsi buah segar dalam porsi wajar, serta tetap rutin minum obat menjadi langkah penting agar tekanan darah tidak naik drastis selama Ramadhan.
Pengaturan yang tepat tidak hanya menjaga tekanan darah tetap stabil, tetapi juga dapat membantu membangun kebiasaan makan yang lebih sehat dan terkontrol selama berpuasa.
(nga/asr)


















































