Jauhi Makanan Ini agar Pembuluh Darah Arteri dan Jantung Tetap Sehat

3 hours ago 2

CNN Indonesia

Senin, 26 Jan 2026 06:45 WIB

Hindari daging olahan ultra-processed agar kesehatan pembuluh darah arteri dan jantung tetap terjaga. Simak penjelasannya di sini. lustrasi. Hindari daging olahan ultra-processed agar kesehatan pembuluh darah arteri dan jantung tetap terjaga. (iStockphoto/AlexPro9500)

Jakarta, CNN Indonesia --

Menjaga kesehatan pembuluh darah arteri sangatlah penting untuk menjaga jantung Anda tetap kuat. Ada satu makanan yang perlu dijauhi untuk menjaga kesehatan pembuluh ini. Apa itu?

Setidaknya ada tiga pembuluh darah utama di tubuh manusia, yaitu arteri, vena, dan kapiler. Pembuluh darah arteri bertugas mengantarkan darah dari jantung yang kaya oksigen ke seluruh tubuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika pembuluh darah ini tak sehat, organ tubuh lainnya tidak dapat berfungsi dengan baik, termasuk jantung. Dua tanda awal arteri kaku atau tersumbat plak, yaitu Anda mengalami tekanan darah tinggi atau kolesterol tinggi.

Ada satu makanan terburuk yang bisa memperparah kondisi arteri. Makanan ini bahkan banyak dikonsumsi orang untuk sehari-hari.

Makanan yang buruk untuk pembuluh darah arteri

Jadi, apa makanan tersebut? Menurut dokter spesialis jantung non-invasif, Estelle Jean, daging olahan ultra-processed merupakan makanan terburuk bagi arteri. Jenis makanan ini, antara lain seperti daging asap, salami, sosis, deli, rolade, dan sebagainya.

"Dari perspektif ahli jantung, daging olahan siap saji adalah salah satu makanan sehari-hari yang paling berbahaya bagi kesehatan arteri. Makanan ini tinggi sodium, lemak jenuh, dan pengawet kimia, yang semuanya merusak lapisan pembuluh darah," kata Jean, seperti dikutip dari Parade.

Jean menjelaskan, kelebihan sodium dapat meningkatkan tekanan darah. Adapun lemak jenuh dapat meningkatkan kolesterol jahat (LDL). Kedua kandungan ini bisa mendorong penumpukan plak di dalam arteri.

Seiring waktu, kombinasi tekanan darah tinggi dan penumpukan plak bisa menyebabkan peradangan dan pengerasan arteri. Ketika ini terjadi, Anda berisiko terkena serangan jantung atau strok.

"Dalam praktik saya sendiri, saya sering melihat pasien yang mengira mereka makan cukup sehat, tetapi tidak menyadari mengonsumsi daging olahan siap saji secara teratur dapat diam-diam merusak kesehatan jantung mereka," tutur Jean.

Jean juga mengingatkan bahaya penggunaan bahan kimia dalam daging olahan, seperti pengawet. Bahan ini dapat meningkatkan peradangan dan mempersulit tubuh untuk mengontrol gula darah.

Makanan sehat apa yang bisa jadi pengganti daging olahan?

Meski daging olahan berbahaya, bukan berarti opsi makanmu jadi berkurang. Jean menyarankan untuk memilih protein yang lebih baik.

Ia merekomendasikan ayam, kalkun panggang, ikan seperti tuna atau salmon, kacang-kacangan, lentil, atau tahu sebagai protein pengganti. Semisal kamu suka makan roti isi dengan daging olahan sebagai isiannya, kamu bisa ganti dengan bahan-bahan pengganti ini.

Jika ingin lebih sehat, ganti roti putih dengan roti gandum utuh. Kemudian tambahkan lebih banyak isian sayur dan lemak sehat seperti potongan alpukat atau minyak zaitun.

Tidak seperti roti isi dengan daging olahan, roti isi dengan bahan-bahan ini bisa mendukung kesehatan pembuluh darah arteri Anda. Hal ini karena biji-bijian utuh dan sayuran mengandung serat yang bisa mengurangi peradangan dan menurunkan kolesterol.

Tak hanya itu, sayuran juga mengandung antioksidan yang bisa mengurangi peradangan dan mencegah penumpukan plak di arteri. Adapun alpukat dan minyak zaitun dapat menurunkan tekanan darah.

Meski ada banyak pengganti yang lebih sehat, bukan berarti pula kamu tidak bisa mengonsumsi daging olahan sama sekali. Menurut Jean, tidak apa-apa mengonsumsinya sesekali, asalkan jangan dijadikan makanan rutin.

Mengurangi frekuensi makan daging olahan dari setiap hari menjadi hanya beberapa hari dalam seminggu saja, bisa menurunkan tekanan darah, memperbaiki kolesterol, mengurangi peradangan, dan menurunkan risiko serangan jantung secara signifikan.

"Perubahan kecil dan konsisten akan memberikan perlindungan besar bagi jantung," ucap Jean.

Jadi, kamu bisa secara berangsur mengurangi konsumsi daging olahan agar bisa mendapatkan pembuluh darah arteri dan jantung yang sehat.

(rti)

Read Entire Article
| | | |