Kata-kata Pelatih Cape Verde usai Jumpa Argentina di 32 Besar

3 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Pelatih Timnas Cape Verde, Bubista, tak bisa menutup kegembiraannya setelah timnya memastikan lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026. Ia memasuki ruang konferensi pers dengan bendera negaranya yang tersampir di pundak.

Bubista tak banyak bicara, namun raut wajahnya memancarkan kebanggaan luar biasa setelah berhasil membawa salah satu negara terkecil di dunia mencetak sejarah pada debut pertama mereka.

Kepastian itu didapat setelah Cape Verde bermain imbang 0-0 melawan Arab Saudi pada laga pamungkas fase grup. Hasil tersebut membuat mereka mengemas tiga poin dari tiga hasil imbang di fase grup.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Momen lolos babak 32 besar mereka sempat diwarnai ketegangan. Usai peluit panjang berbunyi, para pemain bertahan di tengah lapangan sambil menggenggam ponsel, menyaksikan menit-menit akhir laga Grup H lainnya antara Spanyol dan Uruguay. Begitu Spanyol mengunci kemenangan 1-0, ketegangan itu pecah menjadi perayaan historis.

Bagi Bubista, pencapaian ini bukanlah sebuah kebetulan atau sekadar dongeng pengantar tidur, melainkan buah dari kerja keras, disiplin, dan mentalitas baja.

"Saya sangat bangga dengan apa yang telah mereka capai. Menyelesaikan fase pertama tanpa menelan satu kekalahan pun adalah hal yang luar biasa. Ini semua berkat organisasi permainan yang rapi dan semangat tim," ujar pelatih berusia 56 tahun tersebut, seperti dilansir Reuters.

Pencapaian lolos 32 besar menobatkan Cape Verde sebagai negara terkecil, baik dari segi wilayah maupun populasi, yang pernah melangkah ke babak sistem gugur sepanjang sejarah Piala Dunia.

Finis sebagai runner-up Grup H Piala Dunia 2026, tim berjulukan Tubaroes Azuis (Hiu Biru) kini bersiap menantang sang juara bertahan, Argentina, di babak 32 besar.

"Ini sedikit mengejutkan, meskipun kami selalu menanamkan pikiran bahwa kami bisa mencapai tahap ini setelah melihat hasil dua pertandingan pertama," kata Bubista. "Kami negara kecil, tetapi kami berjuang untuk apa yang ingin kami capai. Bagi kami, tidak ada yang mustahil," lanjutnya.

Bubista menambahkan bahwa kekuatan utama timnya terletak pada persatuan dan ketabahan para pemain yang bertanding tanpa rasa takut, meski sempat berada di bawah tekanan karena nasib mereka bergantung pada pertandingan tim lain.

Menghadapi Argentina yang diperkuat Lionel Messi, Bubista melihat laga tersebut sebagai sebuah kehormatan besar. Terlebih, Cape Verde memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Argentina karena banyak warga mereka yang berimigrasi ke negara Amerika Selatan tersebut.

"Kami akan memainkan permainan kami dengan sikap yang benar dan penuh tanggung jawab, tetapi juga dengan kepribadian dan karakter kami sendiri. Mereka memiliki Messi, yang tidak perlu diperkenalkan lagi," tutur mantan pemain bertahan tersebut.

"Kami tidak hanya mewakili pulau kami, tetapi juga mewakili Afrika. Ini adalah sumber kebanggaan yang sangat besar. Ini membuktikan bahwa negara terkecil sekalipun bisa menunjukkan bahwa tidak ada yang mustahil jika Anda memiliki kekuatan, tekad, fokus, kemauan, dan ketahanan," pungkasnya mantap.

[Gambas:Video CNN]

(wiw/jun)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |