Kemenekraf Pamer Investasi 2025 Tembus 134 Persen Jadi Rp183 Triliun

2 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya menyebutkan realisasi investasi sektor ekonomi kreatif (Ekraf) 2025 telah melampaui target pemerintah. Hingga akhir tahun, investasi Ekraf tercatat mencapai Rp183,01 triliun atau 134 persen dari target Rp123,9 triliun-Rp136,3 triliun.

Riefky membeberkan capaian tersebut dalam acara Pelantikan Penilai Kekayaan Intelektual di Jakarta, Rabu (18/2). Ia mengatakan kontribusi investasi Ekraf setara 9,48 persen dari total realisasi investasi nasional.

"Kami diberi target 2025 adalah di Rp136 triliun, dan di Desember data dari Kementerian Investasi sudah mencapai 134 persen dari target," ujar Riefky.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain investasi, kinerja ekspor Kementerian Ekraf juga melampaui target. Nilai ekspor tercatat sebesar US$29,21 miliar atau 110 persen dari target US$26,44 miliar per November 2025. Angka tersebut menyumbang sekitar 12 persen dari total ekspor nonmigas nasional dan menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Dari sisi ketenagakerjaan, sektor Ekraf ditargetkan menyerap 25,55 juta tenaga kerja pada 2025. Hingga Agustus, jumlah tenaga kerja telah mencapai 27,4 juta orang atau 107 persen dari target, di mana sekitar 50 persen di antaranya merupakan tenaga kerja muda berusia di bawah 40 tahun.

Sementara itu, laju pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sektor ekraf pada 2024 tercatat 6,57 persen, lebih tinggi 1,54 persen dibanding pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,03 persen.

Riefky menilai capaian tersebut menunjukkan ekonomi kreatif semakin menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi nasional.

Ke depan, dia mengatakan pemerintah akan terus memperkuat ekosistem pembiayaan dan regulasi untuk mendorong kontribusi ekonomi kreatif meluas terhadap perekonomian Indonesia.

"Tugas kita berikutnya adalah memastikan bahwa ekosistem ini berjalan dengan baik, dapat dipercaya dan memberi manfaat nyata bagi para pegiat ekonomi kreatif," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]

(lau/ins)

Read Entire Article
| | | |