Kementrans Salurkan Bantuan bagi Transmigran Terdampak Bencana di Aceh

2 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Transmigrasi (Kementrans) menyalurkan bantuan bagi warga kawasan transmigrasi dan eks lokasi transmigrasi yang terdampak bencana di Provinsi Aceh. Total 17 paket bantuan disalurkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir dan longsor.

Setiap paket bantuan mencakup tenda darurat, peralatan pendukung, perlengkapan dapur umum, serta alat kebersihan. Bantuan ini ditujukan untuk membantu warga bertahan selama masa tanggap darurat dan awal pemulihan.

Sebanyak 13 paket bantuan disalurkan melalui Dinas Penanaman Modal, Transmigrasi, dan Tenaga Kerja Kabupaten Aceh Utara. Sementara itu, empat paket lainnya disalurkan melalui Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Bener Meriah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bantuan tersebut difokuskan untuk mendukung operasional dapur umum di permukiman terdampak. Dengan dukungan ini, warga diharapkan tetap memperoleh akses makanan secara teratur.

Direktur Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi, M. Sigit Mustofa Nurudin, menyampaikan bahwa Kementerian Transmigrasi terus melakukan pemantauan dan pembaruan data pascabencana.

“Bantuan ini sebagai bentuk kepedulian Kementerian Transmigrasi terhadap saudara-saudara kita yang terkena musibah bencana di Aceh. Semoga masyarakat di kawasan transmigrasi tetap semangat dan dapat segera kembali beraktivitas seperti semula. Kami berkomitmen untuk terus memberikan dukungan dengan kemampuan yang ada,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (27/1).

Ia melanjutkan, hingga kini kondisi masyarakat di sejumlah wilayah Aceh dan Kabupaten Bener Meriah masih dalam tahap pemulihan. Kerusakan permukiman dan keterbatasan sarana dasar membuat sebagian warga belum dapat beraktivitas secara normal.

Di Kabupaten Aceh Utara, khususnya kawasan Cot Girek dan sekitarnya, banyak keluarga masih membutuhkan tempat berteduh sementara serta fasilitas memasak. Aktivitas ekonomi warga terhenti karena sebagian permukiman belum aman untuk dihuni.

Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Bener Meriah, terutama di kawasan Pintu Rime Gayo dan Samar Kilang. Warga di wilayah tersebut masih bergantung pada bantuan logistik dan layanan dapur umum.

Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Aceh per 23 Januari 2026, sekitar 5.700 kepala keluarga atau 9.453 jiwa terdampak bencana. Dampak tersebut tersebar di sembilan kabupaten, mencakup enam kawasan transmigrasi dan 94 eks lokasi transmigrasi.

“Kementerian Transmigrasi terus melakukan koordinasi, pemantauan, dan pembaruan data pascabencana banjir dan longsor di Provinsi Aceh, termasuk di kawasan transmigrasi dan eks lokasi transmigrasi,” tambah Sigit.

Sebelumnya, pada Desember 2025, Kementrans juga menyalurkan bantuan tahap kedua melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Bantuan tersebut berupa sembako, obat-obatan, dan perlengkapan dapur umum sebagai bagian dari penanganan darurat.

Sigit memastikan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam proses pemulihan.

“Kementerian Transmigrasi tetap berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat transmigrasi terdampak bencana serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dalam rangka pemulihan kawasan transmigrasi secara berkelanjutan,” pungkas dia.

(rir)

Read Entire Article
| | | |