Kenali Raccoon Eyes, Seperti Dibogem tapi Ini Tanda Serius

3 hours ago 7

CNN Indonesia

Jumat, 14 Agu 2026 23:30 WIB

Ada kondisi raccoon eyes atau mata rakun yang bikin penampilan di sekitar mata jadi lebah seperti habis dibogem. Kondisi ini perlu diwaspadai. Ilustrasi. Ada kondisi raccoon eyes atau mata rakun yang bikin penampilan di sekitar mata jadi lebah seperti habis dibogem. Kondisi ini perlu diwaspadai. (iStockphoto/Zay Nyi Nyi)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Kalau sedang kurang tidur, biasanya muncul lingkaran hitam di sekitar mata yang sering disebut mata panda. Namun ada pula istilah raccoon eyes atau mata rakun yang bikin penampilan di sekitar mata jadi lebam seperti habis dibogem.

Kondisi ini bisa menjadi tanda cedera kepala berbahaya, terutama jika muncul setelah trauma, misalnya kamu habis terjatuh atau kepala terbentur beberapa hari sebelumnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Oleh karena itu, penting untuk memahami penyebab, gejala, dan kapan harus segera mencari pertolongan medis ketika mengalami kondisi ini.

Apa itu Raccoon Eyes?

Mengutip Healthline, raccoon eyes paling sering dikaitkan dengan fraktur dasar tengkorak atau basal skull fracture. Bagian dasar tengkorak ini merupakan area bawah tempat otak bertumpu.

Saat terjadi patah tulang di bagian ini, gejala seperti memar di sekitar mata bisa muncul. Kondisi tersebut dapat terjadi akibat kecelakaan kendaraan, jatuh, cedera olahraga, atau benturan keras pada kepala.

Selain itu, raccoon eyes juga bisa muncul karena retaknya tulang-tulang tipis di sekitar mata. Cedera wajah seperti patah hidung atau patah tulang pipi juga dapat memicu kondisi serupa.

Adapun memar ini tidak selalu muncul langsung setelah kejadian. Pada sebagian kasus, pembengkakan wajah bertahan selama beberapa hari sebelum akhirnya memunculkan memar di area mata.

Penting juga untuk membedakan raccoon eyes dengan lingkaran hitam biasa di mata. Mengutip Cleveland Clinic, lingkaran hitam akibat kurang tidur biasanya hanya menyebabkan penggelapan kulit di bawah mata tanpa memar.

Di sisi lain, raccoon eyes benar-benar merupakan pendarahan jaringan di sekitar mata, sehingga lebih mengkhawatirkan dan sering berkaitan dengan cedera serius.

Penyebab raccoon eyes

Secara umum, raccoon eyes muncul karena penumpukan darah di bawah kulit sekitar mata. Penyebabnya tidak hanya trauma, tetapi juga bisa berkaitan dengan kondisi medis lain. Mengutip All About Vision, ini beberapa penyebabnya:

1. Cedera atau trauma

Pembuluh darah di sekitar mata sangat halus, sehingga bisa pecah akibat benturan ringan maupun berat. Contohnya, batuk keras, bersin kuat, muntah, mengucek area wajah, hingga benturan langsung bisa memicu memar.

2. Operasi

Memar di sekitar mata juga dapat muncul setelah prosedur bedah, terutama operasi yang melibatkan tulang atau area hidung, seperti rhinoplasty.

3. Infeksi

Beberapa infeksi dapat menyebabkan raccoon eyes, misalnya infeksi adenovirus berat pada anak dan infeksi pada sinus frontal yang menimbulkan pembengkakan serta peradangan.

4. Gangguan pembuluh darah

Sejumlah kondisi vaskular dapat menimbulkan memar di sekitar mata, termasuk perdarahan di otak, radang pembuluh darah besar, dan peningkatan tekanan di dalam tengkorak. Pada kasus tertentu, migrain juga dilaporkan berkaitan dengan gejala mirip raccoon eyes.

5. Penyakit sistemik

Penyakit yang memengaruhi tubuh secara luas, seperti lupus, juga bisa menimbulkan periorbital ecchymosis. Dalam beberapa kasus, raccoon eyes bahkan bisa menjadi tanda kanker tertentu seperti neuroblastoma atau sarkoma kaposi.

Bagaimana pengobatannya?

Menurut WebMD, raccoon eyes bukanlah masalah kulit, sehingga tak perlu perawatan khusus untuk mengembalikan warna kulit. Namun jika raccoon eyes muncul setelah mengalami cedera kepala, segeralah cari bantuan medis.

Dokter mungkin akan melakukan CT scan untuk melihat apakah ada kerusakan pada otak atau tengkorak. Dalam kondisi parah, operasi perlu dilakukan untuk menghilangkan gumpalan darah, memperbaiki pembuluh darah yang pecah, atau menghilangkan pecahan tulang.

Jika pasien mengalami gegar otak, dibutuhkan perawatan medis lanjutan dan istirahat yang cukup. Adapun sebagian besar patah tulang pada tengkorak akan sembuh dengan sendirinya, tetapi prosesnya butuh beberapa bulan.

(rti)

Read Entire Article
| | | |