CNN Indonesia
Jumat, 31 Jul 2026 07:30 WIB
Ilustrasi. Kenapa kalau musim kemarau banyak nyamuk? Ternyata ini berkaitan dengan suhu dan kondisi lingkungan selama musim kemarau. (Freepik.com/kwangmoop)
Jakarta, CNN Indonesia --
Anggapannya, musim kemarau cenderung kering sehingga peluang keberadaan nyamuk lebih rendah ketimbang musim hujan. Faktanya, justru nyamuk terasa lebih ganas dan lebih banyak di musim kemarau. Kenapa kalau musim kemarau banyak nyamuk?
Nyamuk biasanya bertelur di genangan air atau penampungan air bersih. Tak heran ada gerakan untuk membersihkan sampah dan menutup penampungan air guna mencegah perkembangbiakan nyamuk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Musim hujan dianggap musim yang sempurna buat nyamuk berkembang biak. Namun yang terjadi rupanya musim kemarau pun nyamuk juga tetap banyak.
Kenapa kalau musim kemarau banyak nyamuk?
Berikut beberapa alasan musim kemarau tetap banyak nyamuk meski lingkungan lebih kering atau minim air.
1. Genangan air lebih stabil
Berbeda dengan musim hujan, genangan air di musim kemarau terbilang lebih stabil, cenderung tenang, dan tidak mengalir. Telur tidak berisiko hanyut dan bisa menetas dengan aman.
Oleh karenanya, di musim kemarau sebaiknya tetap cek lingkungan sekitar dan pastikan tidak ada genangan yang berpeluang jadi tempat bersarang nyamuk.
2. Suhu panas
Di musim kemarau, nyamuk terbilang lebih cepat berkembang. Berkat suhu panas, larva nyamuk bisa berkembang jadi dewasa dalam waktu relatif singkat.
Biasanya larva perlu waktu 12-14 hari untuk tumbuh dewasa. Namun di musim kemarau, larva bisa berkembang hanya dalam waktu 9 hari.
3. Nyamuk butuh lebih banyak asupan
Kamu mungkin merasa nyamuk-nyamuk musim kemarau lebih ganas ketimbang musim hujan. Ukuran tubuh nyamuk lebih kecil akibat suhu panas. Nyamuk-nyamuk ini pun perlu asupan lebih sering daripada yang berukuran normal.
Kemudian di suhu lebih dari 30 derajat Celcius, gigitan nyamuk bisa meningkat hingga 2,5 kali lipat.
4. Curah hujan tidak merata
Kenapa kalau musim kemarau banyak nyamuk? Meski kemarau, kadang masih turun hujan meski tidak merata di beberapa tempat. Hujan tidak merata ini justru menciptakan genangan baru yang dapat bertahan lama.
Perpaduan genangan, paparan cahaya, dan suhu panas sudah memenuhi syarat lingkungan ideal bagi perkembang biakan nyamuk. Namun pada jenis nyamuk Aedes aegypti, biasanya mereka lebih memilih tempat yang paparan cahayanya rendah.
(els)


















































