Jakarta, CNN Indonesia --
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkap kronologi jatuhnya Pesawat Smart Air jenis caravan PK-SNS tujuan Kaimana di Perairan Nabire, Papua Tengah.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F Laisa menyebut pesawat terpaksa melakukan pendaratan darurat, pada Selasa (27/1) pukul 13.01 WIT.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan dari laporan awal pesawat itu mengalami gangguan pada bagian mesin. Setelahnya Pilot in Command (PIC) Capt Tania K memutuskan untuk kembali ke Bandara Douw Aturure Nabire.
"Namun dikarenakan thrust power semakin turun PIC memutuskan mendarat darurat di di ujung pantai landasan 17 Bandara Douw Aturure," jelasnya dalam keterangan tertulis.
Lukman mengatakan saat ini sedang dilakukan penarikan pesawat tersebut pantai. Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut dan seluruh penumpang serta awak pesawat telah dievakuasi dengan selamat ke terminal bandara.
"Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus melakukan koordinasi intensif melalui UPBU Douw Aturure Nabire dengan operator penerbangan, TNI, kepolisian, serta pihak terkait lainnya untuk memastikan penanganan situasi berjalan dengan aman dan terkendali," ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyebut pihaknya bakal mendalami dan memeriksa penyebab kecelakaan tersebut. Lukman mengatakan investigasi bakal dilakukan bersama Komite Nasional Keselamatan Transformasi (KNKT).
Sebelumnya Pesawat Smart Air jenis caravan PK-SNS tujuan Kaimana jatuh di perairan Nabire, tepatnya di logpond Kaladiri dengan membawa 15 orang penumpang dan kru, Selasa (27/1).
"Memang benar pesawat milik Smart Air yang terbang dari Nabire tujuan Kaimana, sekitar pukul 12.45 WIT jatuh di perairan pantai dan seluruh penumpang dilaporkan selamat," kata Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu kepada Antara.
(fra/tfq/fra)

















































